Haornas 2019

Menpora: Olahraga Alat Pemersatu Bangsa

Hermansyah
Menpora: Olahraga Alat Pemersatu Bangsa
Menpora Imam Nahrawi dan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor

Banjarmasin, HanTer - Berbeda dari pelaksanaan biasanya, yakni bukan di stadion ataupun di lapangan. Gelaran perayaan Hari Olahraga Nasional yang biasa disapa Haornas pada tahun ini berlangsung di Menara Pandang Siring, ikon Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (8/9/2019).

Berbagai rangkaian kegiatan pun digelar selama 6 hingga 9 September 2019. Bertemakan "Ayo Olahraga, Dimana Saja, Kapan Saja", Kemenpora mengajak segenap masyarakat menjadikan olahraga sebagai gaya hidup.

"Pemilihan tema bertujuan untuk menyampaikan ajakan berolahraga setiap saat dan kondisi apapun, agar masyarakat Indonesia jadi masyarakat yang sehat dan bugar," ucap Deputi III Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta, selaku Penanggungjawab Panitia Nasional Peringatan Haornas 2019 di Banjarmasin.

Seperti perayaan Haornas sebelumnya, penghargaan untuk para atlet, tokoh maupun masyarakat yang mampu menjadi inspirasi banyak orang untuk berolahraga, diberikan langsung oleh Menpora Imam Nahrawi.

Tentunya penghargaan yang bernilai belasan hingga puluhan juta rupiah itu tak cukup. "Tak seimbang dengan pengorbanan yang mereka lakukan karena mereka telah berjuang untuk martabat Indonesia dan Merah Putih," ucap Menpora.

 

Selain itu, Olah raga juga tak terbantahkan menjadi suatu alat pemersatu bangsa yang terdiri dari berbagai suku, ras dan agama. "Indonesia telah membuktikan diri menjadi yang terbaik dan seluruh anak negeri dari Sabang sampai Merauke telah bersatu padu untuk mengibarkan Merah Putih di tiang tertinggi," kata Imam.

Menpora pun berharap Haornas yang diperingati setiap 9 September itu menjadi momentum untuk mengajak masyarakat untuk berolah raga di mana saja dan kapan saja.

Selain membuat badan sehat, olah raga juga bisa menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kepeloporan dan saling menghormati dan menghargai. Para jagoan olah raga itu adalah manifestasi semua itu. "Yang menang tak jumawa, yang kalah tak putus asa. Di sini sportivitas yang diutamakan," ungkap menteri.

Rangkaian empat hari beruntun acara Haornas di Banjarmasin ini dimulai dengan kegiatan pameran Haornas di Duta Mall Banjarmasin yang pembukaannya dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Timur, Sahbirin Noor.

Sahbirin Noor mengaku bangga dipercaya menjadi tuan rumah Haornas. Dia mengatakan tak ingin mengecewakan masyarakat olahraga atas kepercayaan tersebut. 

"Olahraga bisa jadikan generasi yang sportif, dekat dengan kejujuran. Karena itu, saya mengajak semua lapisan masyarakat untuk bergerak dan berolahraga. Karena olahraga itu modal untuk sejahtera," kata Sahbirin Noor.

Terkait keunikan penyelenggaraan dari Haornas sebelumnya, Sahbirin Noor mengatakan pihaknya memang sengaja menyuguhkan konsep Seribu Sungai. Makanya, pagelaranya di Menara Pandang Siring yang terletak di tepi Sungai Martapura. 

Konsep Seribu Sungai ini dikatakan untuk menggambarkan kondisi Kalsel yang makmur dan indah dengan anugerah berupa sungai-sungai yang mampu menopang kehidupan masyarakat Kalsel.

"Olahraga dekat dengan pariwisata. Olahraga juga mensejahterakan karena bisa datangkan pekerjaan. Karena itu, olaharaga juga harus diciptakan kreativitas untuk industri," ujarnya.

Sesuai dengan tema Haornas yang hampir setiap tahun sama itu, tuan rumah Kalimantan Selatan juga berhasil menggerakkan ribuan warganya untuk berolahraga hari itu melalui upaya pemecahan rekor MURI untuk gerakan kata dengan jumlah karateka terbanyak. 

Terbukti, MURI mencatat sebanyak 5.502 karateka dari anak-anak hingga orang dewasa berpartisipasi dan memecahkan rekor hari itu. Tak hanya menarik karateka yang sudah bertahun-tahun berlatih, namun pemula yang belum lama mengenakan seragam dan sabuk putih untuk ikut serta di gerakan masif itu.

Masih dalam rangkaian Haornas, di hari yang sama, kurang lebih 7.000 orang juga digerakkan untuk mengikuti program sepeda santai Gowes Nusantara yang start di depan kantor wali kota Banjarmasin.

Deputi Pembudayaan Olah Raga Kementerian Pemuda dan Olah Raga Raden Isnanta, selaku ketua panitia pelaksana Haornas 2019, mengaku terkesan oleh antusiasme warga Kalimantan Selatan dalam upaya pemecahan rekor karate dan program Gowes Nusantara itu.

"Rekor MURI dengan jumlah karateka terbanyak ini luar biasa. Dengan jumlah yang begitu banyak minimal ini bisa menginspirasi masyarakat untuk ikut karate," kata Isnanta.

Hal itu juga sejalan dengan program Kemenpora dalam hal pembudayaan olah raga mengingat peringatan Haornas 2019 digunakan sebagai momentum mendorong masyarakat agar lebih aktif berolahraga dengan mengusung tema #ayoolahraga #dimanakapansaja. "Ini berarti gerakan olah raga di sini sudah masif," kata Isnanta.