Buntut Aksi Rasis, Presiden Cagliari Harap Tak Kena Sanksi

Eka
Buntut Aksi Rasis, Presiden Cagliari Harap Tak Kena Sanksi
Tommaso Giulini

Cagliari, HanTer - Presiden klub Cagliari, Tommaso Giulini berharap timnya tidak dijatuhi skors terkait insiden rasisme yang menimpa penyerang Inter Milan Romelu Lukaku. Sebab sebelum insiden yang menimpa Lukaku, sejumlah upaya terus dilakukan pihak klub untuk meminimalisir fans garis keras mereka.

Maka ia berharap aksi rasis dari fans tidak berujung dengan di sanksinya Cagliari. "Cagliari sama sekali bukan kota yang rasis. Begitu pun dengan klubnya. Saya meminta maaf untuk citra kami ini yang telah menyebar luas. Saya harap kami tidak diskors," ujar Giulini kepada Radio Popolare.

Untuk kesekian kalinya penggemar Cagliari membuat ulah terkait rasisme. Namun Giulini telah menempuh berbagai cara agar fans garis kerasnya tidak mengulang hal sama,yakni dengan menutup tribun kurva, bagian stadion yang merupakan tempat berkumpul para penggemar garis keras.

Akan tetapi langkah itu belum berbuah solusi. Alhasil ia berpendapat bahwa saat ini hal yang dapat dilakukan adalah mendidik para petugas di stadion untuk dapat mengenali para pelaku tindakan rasis, dan kemudian melarang mereka memasuki stadion.

"Memerangi kebodohan merupakan hal yang sulit, maka yang dapat kami lakukan hanyalah meningkatkan kesadaran. Insiden ini menimbulkan kemarahan dan rasa frustrasi yang besar untuk semua inisiatif yang telah kami lakukan," terangnya.

Sebelumnya Federasi Sepakbola Italia (FIGC), mengumumkan akan menginvestigasi tindakan rasis yang menimpa penyerang Inter Milan Romelu Lukaku oleh pendukung Cagliari saat kedua tim bertanding pada Senin (2/9/2019) lalu.

Komisi disiplin FGIC mengonfirmasi bahwa pihaknya akan mengidentifikasi secara keseluruhan terkait insiden tersebut, termasuk meminta informasi kepada  pendukung yang ada di Sardegna Arena.

#cagliari   #rasis   #fans   #lukaku