2019 BAVETI Indonesia Open

18 Negara Ramaikan Kejuaraaan Tenis Senior Internasional 2019

Eka
18 Negara Ramaikan Kejuaraaan Tenis Senior Internasional 2019
Pembukaan kejuaraan tenis senior internasional bertajuk “2019 BAVETI Indonesia Open” diawali dengan laga eksibisi antara pasangan Theo L Sambuaga/Hadiman melawan Andi Mallarangeng/Husni Madjid.

Jakarta, HanTer - Meski merupakan kejuaraan di tingkat veteran atau senior, gelaran tenis internasional bertajuk "2019 BAVETI Indonesia Open" rupanya banyak peminat. Tercatat, 295 peserta dari 18 negara turut andil dalam gelaran yang berlangsung di Elite Club Epicentrum, Kuningan, Jakarta, pada 31 Juli-4 Agustus 2019.

Ketua Panitia Pelaksana, Johnny Lontoh mengatakan bahwa dari 295 peserta yang meramaikan 2019 BAVETI Indonesia Open, 38 diantaranya berasal dari mancanegara. "Untuk petenis asing berjumlah 38 orang dan memiliki peringkat," kata dia, kemarin.

"Peserta dalam negeri sejumlah 257 petenis dari 23 provinsi di Indonesia yang merupakan anggota Pengurus Pusat Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (BAVETI). Peserta berasal dari Argentina, Ghana, Inggris, Hong Kong, Tiongkok, India, Amerika, Australia, Thailand, Singapura, Malaysia dan negara lainnya," sambungnya. 

Sementara Ketua Umum PP BAVETI, Theo L. Sambuaga mengatakan kejuaraan ini merupakan kesempatan untuk meraih ITF Seniors point yang cukup signifikan. Diakui pada tahun 2017 dengan Grade 5, juara memperoleh 40 points. Sekarang sudah meningkat menjadi Grade 2 dan juara dapat memperoleh 140 points. 

"Kejuaraan internasional ini merupakan mata rantai dari ITF Seniors Circuit 2019 dan menyandang Grade 2. Tentunya menjadi incaran pemain internasional yang sudah memiliki ranking dan berusaha meningkatkan pointnya," ujar Theo.

"Namun kami tidak mengurus dalam hal prestasi, karena hal itu sudah diurus PP Pelti. BAVETI cukup membantu saja, termasuk turnamen dan dalam memberikan pelatihan-pelatihan seperti coaching clinic," jelasnya sekaligus menerangkan bahwa setiap tahunnya menggelar kejuaraan nasional secara bergilir. 

Sebagai pemain senior, lanjut Theo, peserta masih kuat dan berambisi menjadi juara. BAVETI ingin memberikan motivasi pada petenis-petenis junior agar terpacu memberikan yang terbaik bagi bangsa ini dengan prestasi. 

"Untuk itulah kami dari BAVETI juga mendukung apa yang dilakukan pihak PP Pelti khususnya dalam menggelar berbagai kejuaraan tenis agar menciptakan petenis-petenis handal dan berprestasi," jelasnya. 

Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya dilaksanakan PP Baveti, setelah sukses menyelenggarakan yang pertama pada tahun 2017. Kejuaraan ini adalah signature tournament PP Baveti di 2019 dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74. 

Adapun kelompok usia yang dipertandingkan baik singles dan doubles untuk pria adalah 40+, 45+, 50+, 55+, 60+, 65+ dan 70+ dan untuk wanita adalah 40+, 50+ dan 60+. Pengelompokan ini sudah sesuai dengan aturan Federasi Tenis International (ITF Seniors) yang berlaku saat ini.

Pada pembukaan kejuaraan diawali dengan laga eksibisi ganda putra antara pasangan Theo L Sambuaga/Hadiman melawan Andi Mallarangeng/Husni Madjid yang akhirnya dimenangkan oleh Andi/Husni.

Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta menyatakan olahraga terbukti milik semua. Dari usia dini, para atlet elite hingga master dan semua orang harus bergerak. Artinya harus olahraga. Tentu yang dicari tidak sekadar prestasi, tapi bagaimana  sama-sama bugar.

"Yang kami harapkan yang lebih dahsyat, semoga para master dan legend ini bisa menginsprasi para atlet muda, khususnya di Indonesia. Supaya muncul Yustedjo baru, Yayuk baru. Semoga BAVETI dengan pengalaman, keterampilan, segalanya, bisa membantu mengawal adik-adik potensial, sehingga saat usia emas bisa warnai prestasi tenis dan kibarkan bendera Merah Putih," tutup Isnanta.