TUAN RUMAH SEA GAMES 2019

KOI Tunggu Keputusan Filipina dan Pemerintah Indonesia

Eka
KOI Tunggu Keputusan Filipina dan Pemerintah Indonesia
Erick Thohir (Eka/HanTer)

Jakarta, HanTer - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir bersikap kooperatif mengenai desas-desus tuan rumah SEA Games 2019. Itu tak lepas akibat dirumorkannya Filipina untuk mundur menjadi tempat penyelenggara perhelatan akbar olahraga dua tahunan tingkat Asia Tenggara, yang akan dijadwalkan bergulir November mendatang. 

 

Dimana Filipina, antara pemerintah dengan stakeholder olahraga tengah berkemelut akibat macetnya anggaran untuk menyukseskan SEA Games 2019. Sehingga hal itu memunculkan opini bahwa Filipina berniat mundur menjadi tuan rumah. Pernyataan tersebut membuat Federasi Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) mencari opsi untuk mengatasi solusi tersebut.

 

Dilansir Fox Sport Asia, pekan lalu petinggi SEAGF usai rapat darurat menelurkan opsi, yakni dengan mengajukan penawaran tuan rumah SEA Games kepada dua negara yang dianggap siap. Kedua negara itu ialah Indonesia dan Thailand. Dari sarana, dipastikan tak ada kendala yang mengganjal.

 

Dan itu pun akan menguntungkan tuan rumah, sebab ada beberapa cabang olahraga potensi yang bakal diajukan pada gelaran SEA Games. Berbicara sarana atau fasilitas, Indonesia sendiri memang dirasa yang paling siap, karena belum lama ini baru saja menjadi tuan rumah Asian Games XVIII di Jakarta-Palembang, Agustus-September 2018.

 

Pasalnya banyak infrastruktur yang cukup 'fresh' usai menjadi tuan rumah pesta olahraga empat tahunan antar negara di kawasan Asia. Mayoritas venue pun terbilang baru dan mempunyai standarisasi internasional setelah dilakukan pemugaran total oleh pemerintah, seperti Komplek GBK yang berisi sejumlah venue serta stadion GBK sebagai ikon olahraga Indonesia.

 

Akan tetapi, menyisakan tujuh bulan, tentu saja KOI tak ingin berjalan sendiri. Organisasi pimpinan Erick Thohir itu tetap wait and see dari sejumlah pihak. Erick yang saat ini juga menjabat Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo merasa bahwa KOI sangat siap apabila pada akhirnya Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara SEA Games 2019.

 

"Tentu pemerintah harus panggil KOI dulu apakah Indonesia bersedia menjadi tuan rumah atau tidak. Jadi nggak KOI 'ujug-ujug' datang kesana," kata Erick saat menghadiri Talk Show acara Pameran Kreatif dan Eksperential Mendukung Jokowi-Amin Kado Nusantara di The Hall, Senayan City, Jakarta, Jumat (29/3/2019). 

 

"Jadi saat ini posisinya KOI menunggu keputusan Filipina apakah mereka mundur atau tidak. Kemudian KOI juga akan menunggu instruksi pemerintah, apakah ingin menjadi tuan rumah SEA Games 2019 atau tidak," Erick menegaskan. 

 

Tantangan Olimpiade 2032

Diluar SEA Games, tentu saja Indonesia bertekad untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Akan tetapi, Erick menuturkan banyak tantangan yang patut dilewati dengan sempurna. Sebab untuk menjadi tuan rumah yang baik, Indonesia wajib mendapat kepercayaan dari pemangku olahraga dunia.

 

Untuk itu, ia berharap sejumlah event internasional yang bakal dihelat di Tanah Air mampu menciptakan citra dan kesan positif, baik bagi atlet, kontingen maupun pendukung masing-masing negara. Dalam artian, selain membidik tentang prestasi, Indonesia juga harus menjadi tuan rumah penyelenggara yang baik.

 

Erick menambahkan dalam beberapa tahun terakhir Indonesia akan menjadi tuan rumah sejumlah event akbar secara berkesinambungan, mulai dari MotoGP 2021 dan tuan rumah Kejuaraan Dunia Bola Basket 2023, bersama Filipina dan Jepang. 

 

"Sukses Asian Games 2018, tidak lantas kita puas. Namun harus menciptakan sukses event internasional lainnya. Dua ajang internasional di depan mata, Moto GP 2021 dan FIBA Wolrd Cup 2023 menjadi pertaruhan kita untuk lebih mendapat kepercayaan dunia," katanya.

 

Penentuan tuan rumah Olimpiade 2032, akan ditetapkan saat pelaksanaan Olimpiade 2024 di Paris Perancis, lanjut Erick Thohir. "Jadi menuju kesana kita harus bisa membuktikan dengan keberhasilan menggelar even olahraga internasional".

 

"Kalau nanti kita dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Bukan lagi saya yang akan mengemban tugas itu. Namun generasi muda, yang kemarin sebagian ikut  menjadi volunteer Asian Games 2018 lah yang akan mengemban tugas ini," Erick mengakhiri.