IBL Pertamax 2018-2019

Tahan NSH, SM Tantang Stapac di Final IBL

Hermansyah
Tahan NSH, SM Tantang Stapac di Final IBL
Arki Dikania Wisnu coba melakukan peneterasi kepertahanan NSH dilaga penentu semifinal

Jakarta, HanTer - Satria Muda (SM) Pertamina tantang Stapac Jakarta di partai final IBL Pertamax 2018-19 setelah dilaga penentu semifinal sukses menundukkan NSH Jakarta dengan skor yang cukup meyakinkan 72-48, saat berlangsung di GMSB kuningan, Jakarta, Minggu (10/3/2019).

Kapten tim Arki Dikania Wisnu, tampil sebagai pemain tersubur bagi SM dengan mengoleksi 15 poin, disusul Dior Alexandros Lowhorn dan Hardianus yang masing-masing menyumbangkan 12 angka. Sedangkan Pemain impor NSH, Anthony Simpson menjadi pendulang angka terbanyak dengan mengemas 11 poin, disusul Tri Hartanto yang menorehkan delapan angka.

Sejatinya laga penentu bagi keduanya relatif imbang, pasalnya baik SM maupun NSH, sama-sama hanya memainkan satu pemain impor, karena cedera. Jamaar Andre Johnson mengalami cedera dilaga pertama semifinal, sementara Dashaun Wiggins menderita cedera bahu saat laga kedua berlangsung.

Menurunkan lima pemain pertama seperti Hardianus, M. Falconi, Arki Dikania Wisnu, Juan Laurent Kokodiputra dan Dior Alexandros Lowhorn, Satria Muda langsung menggebrak melalui tembakan tiga angka Hardianus, saat laga berjalan 12 detik. Baru 17 detik kemudian pemain impor NSH Anthony Simpson memperkecil ketertinggalan melalui tembakan dua angkanya.

Falconi, Lowhorn dan Arki masing-masing menambah dua angka sehingga membuat SM memimpin dengan skor 9-4. Perlahan namun pasti, NSH mampu menyamakan keadaan menjadi 9-9 melalui tembakan tiga angka Lutfi Koswara. Namun sejak itu, SM kian gencar meninggalkan lawannya 23-9, sebelum menutup kuarter pertama dengan skor 26-16.

NSH merotasi pemainnya di kuarter kedua untuk memperkuat sisi pertahanan. Hal itu terlihat berhasil dari margin yang diperoleh pada akhir paruh pertama, di mana SM hanya mampu mengoleksi 14 poin sedangkan NSH tujuh poin, namun SM masih mendominasi laga dengan menutup kuarter kedua melalui skor 40-23.

Dikuarter ketiga, NSH menunjukkan kinerja yang lebih baik dari kuarter sebelumnya. Pasalnya, 14 poin berhasil diraihnya, meski SM mampu menorehkan 16 poin, menunjukkan attacking game plan NSH sesuai rencana, namun belum selaras dengan permainan bertahannya yang masih kerap bobol oleh Arki cs. Kuarter ini ditutup dengan skor 56-37 melalui tembakan satu angka Lowhorn.

SM mampu membuat margin 21 angka atas NSH melalui layup Falconi sehingga membuat skor 60-39 saat laga tersisa delapan menit 19 detik. Selisih itu mampu dijaga dengan baik oleh anak asuh Yobel Sondakh hingga kuarter empat berakhir dengan skor 72-48.

Pasca laga, pelatih SM, Youbel Sondakh sangat mengapresiasi kinerja anak asuhnya yang sukses menghempaskan NSH dipartai penentu. "Puji Tuhan bisa ke Final, kredit buat pemain setelah sukses menundukkan NSH dipartai penentu, dimana NSH merupakan tim kuat," ucapnya.

"Ini laga kedua tanpa Jamarr, anak-anak sudah mulai bisa beradaptasi, sedangkan NSH pertama kali tanpa Wiggins, mungkin pengaruhnya cukup signifikan. Final vs Stapac lebih ke soal mental," tambahnya.

Sementara itu, pelatih NSH Jakarta, Wahyu Widayat Jati mengakui tanpa kehadiran sosok Dashaun Wiggins menjadikan timnya pincang. "Tanpa Wiggins kita kekurangan pengatur sèrangan, bertahan juga kurang percaya diri. Anak-anak seperti main begitu saja tak ada keinginan menang," ucapnya.

Selanjutnya, SM akan menghadapi Stapac Jakarta di final berformat best of three home away, yang akan dimulai 21 Maret mendatang di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta yang merupakan homebase Satria Muda.

Laga kedua, akan berlangsung 23 Maret di GOR Citra Arena Bandung, yang merupakan markas Stapac Jakarta. Keesokan harinya jika diperlukan, akan dilangsungkan laga penentu jika skor imbang 1-1.

#SatriaMuda   #IBL   #Basket   #NSHJakarta   #Final   #Stapac