IBL Pertamax 2018-2019

Laga Penentu Digelar, NSH Tahan Laju SM ke Final

Hermansyah
Laga Penentu Digelar, NSH Tahan Laju SM ke Final
Laga kedua semifinal IBL Pertamax 2018-19 antara NSH Jakarta melawan Satria Muda Pertamina

Jakarta, HanTer - Skor sama kuat 1-1 menjadi hasil sementara semi final IBL Pertamax 2018-19 antara NSH Jakarta melawan Satria Muda Pertamina.

Pada laga kedua pertandingan yang berformat best of three itu, NSH menang dengan skor 81-73 atas Satria Muda ketika berlangsung di GMSB Kuningan Jakarta, Sabtu (9/3/2019) malam.

Melalui hasil ini, maka pertandingan penentu akan dimainkan pada Minggu (10/3/2019) pukul 18.00 WIB, untuk mencari lawan bagi Stapac Jakarta yang sudah menggenggam tiket partai final.

Ini menjadi kemenangan ketiga bagi NSH dari empat pertemuannya dengan Satria Muda selama musim ini, sekaligus pembalasan dari hari sebelumnya di babak semifinal.

Akan tetapi, kemenangan NSH harus dibayar mahal, lantaran cedera bahu yang diderita oleh salahsatu pemain impor andalannya Dashaun Wiggins di kuarter keempat, sehingga dikhawatirkan dirinya tidak dapat bermain pada laga penentu di semifinal.

Seperti diketahui, Wiggins merupakan pendulang skor terbanyak bagi NSH pada laga tersebut dengan mengoleksi 27 poin dan 11 rebounds, sementara Dior Lowhorn menjadi pemain tersubur bagi Satria Muda dengan mengoleksi 33 poin dan 19 rebounds, namun capaiannya itu belum mampu membawa timnya memenangkan laga sekaligus membawanya ke partai final.

Menanggapi laga penentu yang kemungkinan tanpa diperkuat oleh Wiggins, pelatih NSH Jakarta Wahyu Widayat Jati menegaskan bahwa ada tidaknya pemain impor tersebut tak menyurutkan pasukannya bermain habis-habisan melawan Satria Muda dilaga penentuan, di mana dirinya akan memaksimalkan rotasi pemain lokalnya.

"Ada tidaknya Wiggins dilaga nanti bagi kami sama saja, bahkan mereka pun hanya diperkuat satu pemain asing dengan cederanya Jamaar. Poinnya adalah tidak ada Jamarr mereka tidak bisa main dari luar, sedangkan kita tidak ada Wiggins, kami tidak bisa main one on one, tinggal bagaimana besok mensiasatinya," kata pelatih Wahyu Widayat Jati.

"Sehingga persoalannya kini kita mau lebih fight atau tidak dari mereka, seperti halnya permainan hari ini di mana anak-anak bermain dengan energi yang luar biasa ditambah game plan yang berjalan sesuai rencana," tambah pelatih yang akrab disapa Cacing itu.

Sementara itu, pelatih Satria Muda Youbel Sondakh mengakui jika pada laga kedua semifinal timnya bermain buruk. "Kita masih memiliki satu laga lagi. Pertandingan yang agak berat hari ini di mana kami bermain jelek, tapi kami optimis lebih bagus dari ini dilaga penentu melawan NSH nanti," kata Youbel.