Playoff IBL 2018/19

Satria Muda ke Semi Final Usung Balas Dendam Terhadap NSH

Hermansyah
Satria Muda ke Semi Final Usung Balas Dendam Terhadap NSH
Dior Lowhorn (kanan) koleksi 26 angka saat membawa Satria Muda tudukkan Bima Perkasa di laga kedua playoffs IBL Pertamax 2018-19

Batam, HanTer - Satria Muda (SM) Pertamina Jakarta memastikan diri ke babak empat besar IBL Pertamax 2018-19 setelah menumbangkan BPD DIY Bima Perkasa dengan skor 85-76 di laga kedua playoffs berformat best of three yang berlangsung di Hi-Test Arena, Batam, Sabtu (2/3/2019).

Sehari sebelumnya, tim racikan Youbel Sondakh itu menang 81-69 atas tim asuhan Raoul Miguel Hadinoto ditempat yang sama.

Di fase empat besar, Satria Muda itu akan menghadapi NSH Jakarta yang berstatus sebagai juara Divisi Merah untuk memperebutkan satu tempat dibabak final.

Satria Muda tampil menekan sejak menit awal melalui starting five Hardianus, Kevin Sitorus, Arki Dikania Wisnu, Dior Lowhorn dan Jamaar Andree Johnson. Diparuh kuarter pertama, tim asal Ibu Kota itu memimpin dengan skor 10-6, tapi perlahan namun pasti, Bima Perkasa mampu menyusul, menyalip sekaligus mengakhiri kuarter pertama dengan keunggulan satu bola yakni 22-20.

Arki cs mampu mengungguli Yanuar dkk dipertengahan kuarter kedua, namun lagi-lagi Bima Perkasa mengambil alih keadaan dengan unggul satu angka dipengujung kuarter dua melalui skor 38-37.

Kejar mengejar angka kerap terjadi dilaga ini. SM mampu menyamkan keadaan menjadi 49-49, namun lagi-lagi Bima Perkasa mampu berlari lebih kencang dengan unggul satu bola diakhir kuarter tiga 63-61.

Kerap unggul di tiga kuarter, Bima Perkasa seakan kehabisan tenaga. Sebaliknya, Satria Muda malah trengginas di lima menit terakhir kuarter pamungkas. Mereka mampu memimpin 71-67 sebelum menutup laga dengan kemenangan 85-76.

Adalah Dior Lowhorn tampil sebagai pemain tersubur dengan melakukan double-double, yakni mengoleksi 26 angka dan 11 rebound. Kemudian diikuti oleh performa menawan Arki Dikania Wisnu dengan menyumbangkan 17 angka bagi kemenangan SM.

"Puji Tuhan lega sudah menyelesaikan playoffs dengan dua kemenangan. Banyak hal bagus yang kita peroleh dari dua pertandingan ini sebagai modal melawan NSH Jakarta di empat besar. Artinya, belum selesai tugas kami, sehingga sepulangnya dari sini kita langsung menyiapkan diri untuk semifinal," ucap pelatih SM Youbel Sondakh, pasca laga.

Kondisi kejar mengejar angka yang kerap terjadi di sepanjang laga di mana akhirnya SM mampu mengambil alih kendali permainan di lima menit terakhir meski di tiga kuarter awal selalu tertinggal, Youbel memberikan apresiasi kepada anak asuhnya yang tampil gigih tanpa mengenal lelah.

"Saya percaya anak-anak lebih kuat dari lawan, karena tim lawan bermain hanya sekitar tujuh orang ditambah pemain impor mereka bermain full dari awal, sehingga kami berfikir walau kejar-kejaran angka tapi kita habisin di ujung, syukurnya kita dapatkan itu," tambahnya. 

Selanjutnya SM akan menghadapi NSH Jakarta di babak semi final. Youbel pun mengatakan jika laga tersebut merupakan ajang balas dendam, pasalnya dalam dua kali pertemuannya di babak reguler dengan tim racikan Wahyu Widayat Jati itu, SM selalu menuai kekalahan.

"Dengan dua kali kekalahan sebelumnya di babak reguler dari NSH, tidak dapat kami terima, sehingga akan menjadi ajang pembalasan dendam kami terhadap NSH dibabak semifinal nanti," pungkasnya.

Sementara itu disisi Bima Perkasa, dua pemain impornya sangat mendominasi perolehan angka. David Seagers sukses melakukan triple double melalui 32 angka, 11 rebound dan 10 assist, sedangkan David Atkinson menyumbangkan 31 angka, namun perolehan itu belum mampu membawa timnya memenangkan laga.

Sedangkan dari total perolehan 76 angka yang dikemas Bima Perkasa, pemain lokal hanya mampu berkontribusi 13 angka, antara lain melalui sang kapten Yanuar Dwi Priasmoro yang mengoleksi 10 poin, Galank Gunawan dua poin dan Frida Susanto satu poin.

Kondisi tersebut membuat pelatih Bima Perkasa, Raoul Miguel Hadinoto mengakui kedalaman dari tim lawan dan kehabisan tenaga diakhir kuarter.

"Secara keseluruhan dari data statistik permainan kita hari ini lebih bagus dari kemarin, namun kenyataannya kita kalah, ditambah kontribusi bench kami sangat kurang yang hanya mampu menorehkan satu poin, sementara bench player SM bisa membuat 17 angka," kata pelatih Raoul Miguel Hadinoto.

Meski demikian, kekalahan dibabak playoffs ini menurut pelatih yang akrab disapa Ebos itu bukanlah suatu kegagalan, namun telah terjadinya peningkatan.

"Sejauh ini kita tidak gagal meski kiprah kita berhenti dibabak playoffs, di mana musim ini kita tampil sebagai runner-up Divisi. Setiap tahun kita mengalami peningkatan dan tahun ini kita bisa tampil di playoffs, dan tahun depan kita pastikan lebih kuat lagi tim ini," ucapnya.