Playoff IBL 2018/19

Tundukkan PJ, Satu Kaki Pacific Caesar ke Empat Besar

Hermansyah
Tundukkan PJ, Satu Kaki Pacific Caesar ke Empat Besar
Kemas 20 angka dan 12 rebound, Jjuan Hadnot bawa Pacific Caesar Surabaya tundukkan Pelita Jaya

Batam, HanTer - Pacific Caesar Surabaya menancapkan satu kakinya di fase empat besar setelah di laga pertama babak playoff berformat best of three, sukses menundukkan Pelita Jaya dengan skor tipis 68-67 saat berlangsung di Hi-Test Arena, Batam, Kepulauan Riau, pada Jumat (1/3/2019).

Ini menjadi sebuah kejutan bagi tim asal Surabaya itu, pasalnya dalam lima pertemuan terakhirnya dengan Pelita Jaya selalu menuai kekalahan. 

Adalah pemain impor Qa'rraan Aleem Calhoun, menjadi bintang kemenangan Pacific Caesar Surabaya dengan melakukan double-double, mengemas 22 poin dan 11 rebound, disusul rekan setimnya Jjuan Hadnot yang juga mampu melakukan double-double melalui 20 angka dan 12 rebound.

Hasil positif dilaga pertama babak playoff ini tentunya menjadi modal berharga untuk menghadapi laga kedua yang berlangsung pada Sabtu (2/3/2019) malam pukul 20.00 WIB nanti, guna mengamankan tempat di empat besar melawan juara divisi Putih Stapac Jakarta.

Meski mengantongi kemenangan, pelatih Pacific Caesar Surabaya Kencana Wukir mengaku jika faktor keberuntungan berpihak kepada timnya. "Sudah kita prediksi dari awal jika gim melawan Pelita Jaya ini akan sulit. Mereka memiliki tradisi juara, namun kita berusaha untuk fokus coba membuktikan bahwa kita mampu melewati pertandingan dengan kemenangan," ucap Kencana Wukir pasca laga.

"Hari ini menang satu poin saya anggap suatu keberuntungan, karena ball position berada di pihak lawan, namun berkat ketenangan anak-anak, disiplin dalam bertahan serta komunikasi yang bagus didalam lapangan mampu menghambat tekanan-tekanan dari Pelita Jaya," sambungnya.

Bermain secara tim, itu yang selalu dikedepankan dan diterapkan oleh pelatih yang akrab disapa Kiki itu terhadap anak asuhnya, disamping kerja keras selama 4x10 menit. "Selalu konsisten dan saling memotivasi satu sama lain untuk tampil bagus," tambahnya.

Untuk pertandingan kedua Kiki menekankan harus lebih dari ini, karena ia menilai Pelita bukanlah tim kemarin sore. "Secara organisasi permainan mereka sangat bagus, kita juga harus rotasi pemain, kita maintance margin poin supaya bisa mengambil keuntungan diakhir pertandingan,karena saya tidak menginginkan adanya gim ketiga," pungkas Kiki.

Sementara itu Pelita Jaya yang menuai kekalahan pertamanya dari Pacific Caesar Surabaya pada musim ini memberikan penilaian yang luar biasa terhadap lawannya itu. 

Kendati demikian, pelatih Fictor Roring pasca laga mengatakan tetap memberikan apresiasi kepada para anak asuhnya yang berlaga meski timnya pincang tanpa kehadiran Andakara Prastawa Dhyaksa dan Xaverius Prawiro. "Anak-anak bermain memberikan sesuatu yang luar biasa sesuai kapasitas mereka, meski tanpa kehadiran Pras dan Ius," tutur Fictor Roring.

Ia juga mengatakan jika kekalahannya ini didasari "keapekkan", seperti halnya dunk dari Nate Barfield yang gagal di situasi krusial hingga dirinya mendapatkan foul out, serta banyaknya miss call dari pengadil dilapangan.

Meski demikian, kekalahan ini tidak dilemparkannya kepada para pemainnya yang sudah berjibaku didalam arena. Namun jelang laga kedua nanti segenap evaluasi akan dilakukan untuk memaksa berlangsungnya gim ketiga.

"Pertahanan akan kita benahi, serta menghalau pergerakan khsususnya terhadap dua pemain impor mereka. Kita harus lebih agresif dari pertandingan hari ini," pungkasnya yang meyakini mampu menyabet dua laga sisa dengan kemenangan. Inilah play off, peluang kembali fifty-fifty. Pacific memang luar biasa. Foul trouble Barfield memang jadi problem bagi kami,” pungkasnya.