Fantastis, Qatar Catat Sejarah

Eka
Fantastis, Qatar Catat Sejarah
Qatar saat merengkuh Piala Asia untuk pertama kalinya

Abu Dhabi, HanTer - Fantastis. Mimpi panjang Timnas Qatar untuk merasakan manisnya mengangkat trofi di Piala Asia akhirnya terwujud. Itu tak lepas berkat hasil positif yang dipetik tim asuhan pelatih Félix Sánchez Bas usai menumbangkan tim favorit Jepang dengan skor 3-1 pada babak final yang berlangsung di Syeikh Zayed Sports City, Uni Emirat Arab, Jumat (1/2/2019) malam WIB. Qatar pun tampil sebagai juara Piala Asia 2019.

Ini menjadi tonggak kesuksesan pertama tim asal Timur Tengah seiring berkembang pesatnya industri kompetisi di liga domestik mereka, terlebih menyongsong Piala Dunia 2020 di Qatar pada 22 November hingga 18 November nanti.

Sebelumnya di turnamen ini, Qatar hanya mampu mencapai perempat final sebanyak dua kali. Pada tahun 2000, mereka dieliminasi oleh China dan pada tahun 2011, Jepang yang menghentikan langkah The Maroons, julukan timnas Qatar, di perempat final.

Bahkan di Piala Asia edisi empat tahun lalu, mereka gagal memenangkan satu pertandingan di babak grup, tetapi sejak itu mereka mampu membalikkan keadaan dengan memenangkan semua pertarungan babak grup di edisi 2019 ini, bahkan yang lebih mengesankan adalah mereka tidak kebobolan satu gol pun di seluruh kompetisi dan telah mencetak 16 gol dalam proses itu. 

Kesuksesan Qatar ini seakan menjadi pembalasan dendam sewindu yang lalu, sekaligus memupuskan ambisi Samurai Biru, julukan Timnas Jepang, untuk mengoleksi gelar kelima pada turnamen sepakbola bergengsi empat tahunan di Benua Kuning.

Tekad Qatar untuk mencatatkan sejarah baru dengan menggondol trofi Piala Asia terlihat sejak awal laga. Skuad asuhan Felix Sanchez langsung tampil menekan meski dari segi pengalaman mereka kalah jauh dibanding Jepang. Rupanya hal itu tak menciutkan nyali para pemain Qatar.

Baru berjalan 12 menit, Qatar tancap gas dengan membuka keunggulan melalui Almoez Ali. Usai menerima umpan Akram Afif dari sisi kiri, Almoez Ali mengontrol bola dengan kakinya sebelum melepaskan tendangan salto ke gawang Shuichi Gonda. Ini adalah gol ke-9 Almoez Ali di turnamen Piala Asia 2019 dan dia sukses menyabet gelar top skorer.

Petaka kembali menimpa Jepang di menit 27. Dari luar kotak penalti, Abdulaziz Hatem mengirim bola ke pojok kiri atas gawang Jepang. Skor jadi 2-0 untuk Qatar dan kedudukan ini bertahan hingga babak pertama usai. Di babak kedua, Jepang bermain habis-habisan. Hasilnya, Takumi Minamino memperkecil kedudukan pada menit 69 menjadi 2-1, usai lolos dari perangkap offside.

Namun sial bagi Jepang, Qatar sukses memperbesar keunggulan lagi melalui penalti Akram Afif di menit 83. Wasit menunjuk titik putih setelah Maya Yoshida dinyatakan handball di kotak terlarang saat duel diudara dengan Abdelkarim Hassan.

Pemain yang menjadi kreator terjadinya dua gol sebelunya bagi Qatar itu sukses menjadi eksekutor sehingga membuat skor berubah menjadi 3-1 untuk Qatar dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai. 

Ini juga menjadi sebuah catatan spesial bagi Almoez Ali. Selain menjadi pemecah kebuntuan dengan membuka gol terhadap timnya, Ali turut menorehkan tinta baru sebagai top skorer dengan sembilan golnya sekaligus memecahkan rekor gol terbanyak yang sebelumnya disandang legenda Iran, Ali Daei selama 22 tahun. 

Pada Piala Asia 1996, 4-21 Desember 1996, Ali Daei mencetak delapan gol dalam enal pertandingan ketika membawa timnas Iran finis di peringkat ketiga. Jumlah delapan gol menjadi pencapaian terbanyak seorang pemain disebuah turnamen Piala Asia. Namun catatan itu akhirnya mampu dilalui pada turnamen Piala Asia kali ini. 

Disamping itu semua, pertahanan Timnas Qatar bagaikan tembok China yang kokoh. Dari putaran final Piala Asia 2019 ini, gawang The Maroons yang dikawal oleh Saad Al Sheeb hanya mampu ditembus oleh Jepang yakni dibabak final melalui kaki Takumi Minamino. Itu menjadi satu-satunya gol yang diderita oleh tim racikan Félix Sánchez Bas dan mengoleksio total 19 gol terhadap gawang lawan pada Piala Asia kali ini.