BPJS TK Lindungi Atlet Balap Sepada dalam Kejuaraan ATC 2019

Arbi
BPJS TK Lindungi Atlet Balap Sepada dalam Kejuaraan ATC 2019

Jakarta, HanTer - Perhelatan kejuaraan balap sepeda Asia Track Championship (ATC) 2019 yang berlangsung sejak 8 Januari 2019 di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, resmi ditutup Minggu (13/1/2019).

Sebanyak 297 atlet balap sepeda dari seluruh penjuru Asia ikut serta pada ATC kali ini, untuk mengumpulkan poin demi  meraih tiket Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Selaku tuan rumah, PB ISSI menerjunkan seluruh atlet balap sepeda terbaiknya.

Tidak hanya itu, atlet-atlet di bawah naungan PB ISSI juga telah terlindungi dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagekerjaan (BPJS TK).

“Seluruh atlet Balap Sepeda Indonesia yang bertanding di ajang Asia Track Championship 2019 telah dilindungi kedalam program BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto yang hadir pada acara pengalungan medali bagi pemenang ATC 2019 di Jakarta Velodrome International, Minggu (13/1/2019).

Agus menjelaskan, perlindungan yang diberikan kepada para atlet bersifat menyeluruh dan komprehensif. Maksudnya, tidak hanya pada saat mengikuti pertandingan, para atlet juga dilindungi saat melakukan latihan. “Sehingga atlet bisa fokus meraih prestasi,” ucap Agus.

Agus mencontohkan musibah yang dialami oleh Nandra Eko Wahyudi (27) saat berlaga di ATC nomor perlombaan Point Race Ominum. Di mana, pada 11 Januari 2019, Nandra mengalami kecelakaan dan langsung mendapatkan perawatan di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) RS Columbia Asia dengan cidera Fractur Incomplete Distal Radius (pergelangan tangan).

“Saat ini Nandra telah diperbolehkan pulang oleh dokter yang menangani dan selanjutnya akan melakukan rawat jalan. Seluruh biaya pengobatan dan perawatan tersebut di tanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan hingga sembuh dan dapat kembali bertanding,” ungkap dia.

Ditempat yang sama, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger, Dani Santoso menambahkan, sebanyak 121 atlet balap sepeda dibawah binaan PB ISSI telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Bahkan, sambung Dani, sejak ajang Asian Games 2018 yang lalu hingga saat ini, BPJS Ketenagakerjaan terus mendukung dan memberikan perlindungan kepada seluruh atlet nasional. “Ada atlet Asian Games (cedera) sampai hari ini (perawatan) masih belum selesai, masih dirawat. Sejak Asian Games, (biaya perawatan) hampir Rp1 miliar,” ungkap Dani.

Jika benar, atlet yang dimaksud Dani adalah atlet sepeda MTB downhill, Popo Ario. Popo mengalami cedera serius patah tulang saat bertanding dan harus dirawat di RS Hasan Sadikin, Bandung. Perjuangan Popo yang diandalkan untuk mendapatkan medali emas dalam ajang Asian Games 2018 pun harus terhenti.

“Atlet merupakan pekerja yang mengharumkan nama bangsa Indonesia di ajang olah raga di event-event Internasional. Sudah seharusnya mereka kita berikan perlindungan agar dapat mengukir prestasi dan mengibarkan Merah Putih di setiap gelanggang pertandingan yang mereka ikuti,” sambung Agus Susanto