WOLVERHAMPTON 2-1 LIVERPOOL

Liverpool Alami Pekan Menyakitkan

Eka
Liverpool Alami Pekan Menyakitkan
Ruben Neves menjadi pengubur langkah Liverpool di EFL Carabao Cup 2019

Midlands, HanTer - Pergantian tahun rupanya menjadi sebuah petaka tersendiri bagi Liverpool. Dimana awal Januari, tim asuhan pelatih Juergen Klopp kerap menuai pil pahit pada dua gelaran berbeda di pentas domestik. Pertama terjadi pekan lalu setelah dipukul Manchester City 2-1 dalam lanjutan kompetisi Premier League pekan ke-21.

Rupanya kekalahan itu menjalar dan masih cukup berdampak bagi mental para pemain Liverpool. Mengarungi babak ketiga Piala FA, tim asuhan pelatih Juergen Klopp kembali mengukir catatan buruk usai dibungkam Wolverhampton Wanderers (Wolves) dengan skor yang sama di Molineux Stadium, Selasa (8/1/2019) dini hari tadi.

Dan rasanya, kekalahan yang terjadi di kandang Wolves seperti sebuah bencana berlipat. Bisa dibilang, Liverpool menyandang status 'sudah jatuh tertimpa tangga.' Sebab kekalahan menyakitkan itu membuat langkah mereka terhenti saat mengarungi gelaran Piala FA musim ini. Kans meraih trofi pun kandas.

Dalam jalannya laga, Wolves memperlihatkan kegarangannya setelah mencetak gol pembuka melalui Raul Jimenez. Pemain berpaspor Meksiko itu memecah kebuntuan dengan membawa Wolves unggul 1-0 sebelum turun minum, atau tepatnya pada menit ke-38. Tertinggal satu gol membuat Liverpool dituntut tampil menekan.

Akan tetapi sampai turun minum skor 1-0 masih bertahan bagi keunggulan tuan rumah. Memasuki paruh kedua, ambisi Liverpool untuk menyamakan bahkan membalikkan skor sekaligus mengunci tiket menuju babak 32 besar Piala FA terbuka. Itu tak lepas setelah Divock Origi menyamakan kedudukan pada menit ke-51.

Namun gol tersebut memacu tuan rumah untuk kembali membobol gawang lawan sekaligus menuntaskan dendam pasca dipaksa menyerah 0-2 pada ajang Premier League di kandang sendiri beberapa waktu lalu. Dan tekad itu berjalan manis ketika skuad Santo merobek gawang Liverpool melalui Ruben Neves pada menit ke-55.

Rupanya itu menjadi sebuah gol terakhir di pertandingan tersebut. Dengan kata lain Wolves mampu memetik kemenangan 2-1. Hasil itu membuat skuad Santo berhak melaju ke 32 besar. Selain itu kemenangan menjadi sebuah penuntas dendam tuan rumah pasca ditaklukkan tamunya 0-2 beberapa waktu lalu. 

Usai laga, tentu saja kekecewaan berada dalam benak Juergen Klopp. Terlebih kekalahan kedua secara beruntun di awal pergantian tahun pasca tumbang di markas Wolves menjadi hal yang sangat menyakitkan. Sebab, hasil itu menggugurkan langkah dan ambisi mereka meraih gelar juara di ajang Piala FA musim ini.

Ada sebuah alasan yanh dilontarkan juru taktik berkebangsaan Jerman. Itu tak lepas karena skuadnya tidak berada dalam komposisi terbaik. Sehingga banyak pemain muda non-pengalaman yang terpaksa dimainkan. Seperti debut Ki-Jana Hoever yang bertugas membantu mengawal tembok pertahanan The Reds, julukan Liverpool.

"Tidak masuk akal untuk mendatangkan seorang bocah lelaki berusia 16 tahun sejak awal. Kamu tidak membawanya, kamu menunggu sampai dia benar-benar siap, tetapi dia melakukannya dengan baik. Kadang-kadang begitulah. Ketika Anda benar-benar dibutuhkan, maka itu hanya tentang apakah Anda cukup baik - dan bukan berapa usia Anda," jelas Klopp.