• Senin, 26 September 2022

Serial Monolog Di Tepi Sejarah, Mengangkat Tokoh di Luar Pusaran Besar Sejarah Indonesia

- Kamis, 18 Agustus 2022 | 08:18 WIB
Senandung di Ujung Revolusi, pentas monolog tentang tokoh Ismail Marzuki, yang dibawakan Lukman Sardi. (instagram @happysalma)
Senandung di Ujung Revolusi, pentas monolog tentang tokoh Ismail Marzuki, yang dibawakan Lukman Sardi. (instagram @happysalma)

 

HARIANTERBIT.com – Semarak perayaan HUT ke-77 RI digelar dengan beragam kegiatan, mulai dari lomba hingga pentas seni dan hiburan. Stasiun televisi juga turut menayangkan beragam film bertema perjuangan.
 
Tak ketinggalan, Titimangsa Production dan KawanKawan Media, bekerjasamadengan Direktorat Perfilman dan Media Baru Kemendikburistek, juga akan menayangkan cerita tentang tokoh-tokoh di luar pusaran besar sejarah Indonesia, dalam Seri Monolog ‘Di Tepi Sejarah’.
 
Program ni akan ditayangkan di kanal Indonesiana.tv dan kanal Youtube Budaya Saya, mulai 17 Agustus hingga 31 Agustus 2022.
 
 
Happy Salma selaku produser Titimangsa Production, dalam akunnya di Instagram menyebut seri monolog 'Di Tepi Sejarah', fokus menampilkan tokoh-tokoh yang bergerak di bidang kesenian.
 
Dari kelima pentas monolog itu, antara lain mengangkat tokoh-tokoh, Sjafruddin Prawiranegara, Kassian Cephas, Gombloh, Ismail Marzuki dan Emiria Soenassa.
 
“Meski beberapa nama tokoh sudah sering kita dengar namanya melalui karya ciptaannya, masih banyak yang tidak tahu kisah hidupnya. Pertunjukan ini adalah upaya memberikan sudut pandang baru untuk Indonesia dalam melihat sejarah,” kata Happy Salma.
 
 
Sjafrudin Prawiranegara dikenal sebagai Gubernur Bank Indonesia pertama sekaligus Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Kassian Cephas adalah fotografer profesional, yang hidup dalam asuhan misionaris Belanda. 
 
Gombloh, seniman asal Jawa Timur yang hidup di era agresi militer Belanda. Ismail Marzuki, komponis yang banyak menciptakan karya di masa penjajahan Belanda dan pendudukan Jepang. Emiria Soenassa, seorang pioner pelukis perempuan Indonesia.
 
Episode pertama berjudul 'Kacamata Sjahruddin', tayang pada 17 Agustus 2022 pukul 20.00, 'Mata Kamera' tayang pada 18 Agustus, 'Panggil Aku Gombloh' tayang pada 24 Agustus, 'Senandung di Ujung Revolusi' tayang pada 25 Agustus 2022 dan pada 31 Agustus akan tayang pentas monolog ‘Yang Tertinggal di Jakarta’.
 
 
Kanal indonesiana.tv dan Budaya Saya, dikelola Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru, Ahmad Mahendra, menjelaskan, ‘Di Tepi Sejarah’ adalah sebuah inisiasi yang memberi kontribusi.
 
“Kita membutuhkan berbagai medium dan cara pandang baru dalam melihat sejarah, agar budaya kita makin maju,” kata Ahmad Mahendra.***
 

Editor: Yuli Terbit

Tags

Terkini

Tagar #BlinksCyberBullying Trending, Kenapa?

Senin, 26 September 2022 | 07:06 WIB

Hibur Pemirsa Setia, RTV Hadirkan Panggung Rakyat

Sabtu, 24 September 2022 | 15:26 WIB
X