• Selasa, 7 Februari 2023

Mempertontonkan Kemewahan

- Senin, 23 Januari 2023 | 07:57 WIB
Ilustrasi kemewahan. (gambar: pixabay)
Ilustrasi kemewahan. (gambar: pixabay)

FENOMENA kemewahan terutama di kota-kota besar ternyata kini masih saja dipertontonkan dalam kehidupan bermasyarakat. Tentu saja dengan biaya dan fasilitas yang sangat fantastis, seperti perayaan hari uang tahun atau pesta pernikahan.

Allah SWT berfirman: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu).” (QS. At Takasur: 1-3).

Islam mengajarkan keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani. Agar terjaga keseimbangan mencegah gaya hidup yang mewah dan serakah.

Baca Juga: Drama Arsenal Tekuk MU, Arteta: Momen yang Indah
  
Kehidupan Rasulullah SAW dan para sahabat menjadi teladan sangat sederhana jauh dari kemewahan. Rasulullah SAW diceritakan segera menginfakkan uangnya ketika mengetahui bahwa ia masih memiliki uang yang belum diinfakkan.

Umar bin Abdul Aziz bahkan tercatat sebagai khalifah yang jumlah kekayaannya berkurang dibanding dengan sebelum ia menjadi khalifah. Abu Bakar ashshidiq terkenal sebagai orang yang tidak pernah kalah dalam jumlah sedekah kepada fakir miskin.

Kesederhanaan hendaknya menjadi pola hidup setiap muslim terutama para pemimpin, tokoh agama dan politik. Sudah menjadi tabiat manusia tidak pernah merasa puas dengan yang dimiliknya.

Baca Juga: Simpatisan ISIS, Terduga Teroris Sleman Aktif Posting Video di Media Sosial

Rasulullah bersabda: “Sekiranya anak Adam memiliki satu lembah daripada harta, niscaya ia mau yang kedua dan sekiranya ia telah memiliki dua lembah niscaya, ia mau yang ketiga. Tidak akan memenuhi perut anak Adam melainkan tanah dan Allah senantiasa menerima orang yang mau bertaubat.” (HR: Ahmad)

Dalam bermasyarakat dan pergaulan butuh kerukunan dan kedamaian. Untuk dapat menciptakan kedamaian dibutuhkan tasamuh (tenggang rasa) saling menjaga agar tidak muncul rasa ketersinggungan yang dapat memicu putusnya silaturahim dan kecemburuan sosial.

Dengan tasamuh akan menghadirkan rasa saling menyayangi layaknya bersaudara, saling menghormati dan menghargai antara sesama manusia.

Halaman:

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hukum dan Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan

Selasa, 7 Februari 2023 | 06:49 WIB

Kunci Kesedihan

Senin, 30 Januari 2023 | 06:22 WIB

Syukuri Apa Yang Ada

Sabtu, 28 Januari 2023 | 06:26 WIB

Bicara dan Mendengar

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:07 WIB

Mempertontonkan Kemewahan

Senin, 23 Januari 2023 | 07:57 WIB

Benih Ketaatan Berbuah Ranum

Sabtu, 21 Januari 2023 | 08:01 WIB

Menghujat Perbuatan Tercela

Kamis, 19 Januari 2023 | 07:56 WIB

Kenaikan Perbuatan Mulia

Minggu, 15 Januari 2023 | 07:24 WIB

Takdir Menentukan

Sabtu, 14 Januari 2023 | 08:46 WIB

Azab Konsekuensi dari Pengingkaran

Sabtu, 14 Januari 2023 | 06:25 WIB

Pemuda yang Diharapkan

Jumat, 13 Januari 2023 | 08:13 WIB

Menuju Bahagia

Kamis, 12 Januari 2023 | 06:23 WIB

Bertaubat Bukan Hanya Menyesal

Selasa, 10 Januari 2023 | 11:40 WIB

Pergantian Tahun

Kamis, 5 Januari 2023 | 08:47 WIB

Menjadi Orang yang Disenangi

Rabu, 4 Januari 2023 | 08:36 WIB

Hidup Sia-sia

Selasa, 3 Januari 2023 | 07:28 WIB

Menzdalimi Diri Sendiri

Senin, 2 Januari 2023 | 06:23 WIB

Semua Bersandar PadaNya

Minggu, 1 Januari 2023 | 07:16 WIB

Alam Semesta Inspirasi Kehidupan Manusia

Rabu, 28 Desember 2022 | 13:38 WIB

Urung Berperang

Selasa, 27 Desember 2022 | 06:30 WIB
X