Kemewahan, Kesederhanaan dan Tenggang Rasa

- Selasa, 20 Desember 2022 | 06:16 WIB
Ilustrasi hidup sederhana.  (yuli p)
Ilustrasi hidup sederhana. (yuli p)

FENOMENA kemewahan terutama di kota-kota besar ternyata kini masih saja dipertontonkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Banyak dipertontonkan  aktifitas yang ditujukan untuk memenuhi kenikmatan kepuasan pribadi dengan biaya dan fasilitas yang sangat fantastis untuk merayakan hari uang tahun atau pesta pernikahan.

Bolehjadi kemewahan telah menjadi bagian dari ikon kehidupan masyarakat di era modern. 

Baca Juga: Pamit, Deddy Corbuzier Hentikan Podcastnya di YouTube

Bahkan terlihat orang-orang yang seharusnya memberikan keteladanan dengan kehidupan  sederhana malah mempertontonkan kemewahan meski tengah dalam nuansa terjadinya musibah bencana alam di berbagai tempat yang menelan banyak korban jiwa dan harta.

Gaya hidup mewah mengikuti tren baru telah membuat sebagian masyarakat yang berpunya berusaha tampil beda untuk mendapatkan pujian dan heboh dalam persaingan kememewahan.

Mereka lupa bahwa disekitarnya masih ada kehidupan yang serba kekurangan dan kesulitan ekonomi.

Baca Juga: 4 Alasan Mengapa Tidur dalam Keadaan Gelap Lebih Baik bagi Kesehatan

Allah SWT berfirman: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu).” (QS. At Takasur: 1-3).

Islam mengajarkan keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani. Agar terjaga keseimbangan mencegah gaya hidup yang mewah dan serakah.

Tidak semua keinginan nafsu jasmaniah manusia harus terpenuhi. Islam mengajarkan yang utama bukan untuk mndapatkan yang belum ada melainkan mensyukuri apa yang telah ada.
 
Kehidupan Rasulullah SAW dan para sahabat menjadi teladan sangat  sederhana jauh dari kemewahan.

Baca Juga: Begini Alasan KPK Belum Ambil Alih Kasus Tambang Ismail Bolong

Rasulullah SAW diceritakan segera menginfakkan uangnya ketika mengetahui bahwa ia masih memiliki uang yang belum diinfakkan.

Umar bin Abdul Aziz bahkan tercatat sebagai khalifah yang jumlah kekayaannya berkurang dibanding dengan sebelum ia menjadi khalifah.

Abu Bakar ashshidiq terkenal sebagai orang yang tidak pernah kalah dalam jumlah sedekah kepada fakir miskin. 

Halaman:

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hukum dan Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan

Selasa, 7 Februari 2023 | 06:49 WIB

Kunci Kesedihan

Senin, 30 Januari 2023 | 06:22 WIB

Syukuri Apa Yang Ada

Sabtu, 28 Januari 2023 | 06:26 WIB

Bicara dan Mendengar

Rabu, 25 Januari 2023 | 08:07 WIB

Mempertontonkan Kemewahan

Senin, 23 Januari 2023 | 07:57 WIB

Benih Ketaatan Berbuah Ranum

Sabtu, 21 Januari 2023 | 08:01 WIB

Menghujat Perbuatan Tercela

Kamis, 19 Januari 2023 | 07:56 WIB

Kenaikan Perbuatan Mulia

Minggu, 15 Januari 2023 | 07:24 WIB

Takdir Menentukan

Sabtu, 14 Januari 2023 | 08:46 WIB

Azab Konsekuensi dari Pengingkaran

Sabtu, 14 Januari 2023 | 06:25 WIB

Pemuda yang Diharapkan

Jumat, 13 Januari 2023 | 08:13 WIB

Menuju Bahagia

Kamis, 12 Januari 2023 | 06:23 WIB

Bertaubat Bukan Hanya Menyesal

Selasa, 10 Januari 2023 | 11:40 WIB

Pergantian Tahun

Kamis, 5 Januari 2023 | 08:47 WIB

Menjadi Orang yang Disenangi

Rabu, 4 Januari 2023 | 08:36 WIB

Hidup Sia-sia

Selasa, 3 Januari 2023 | 07:28 WIB

Menzdalimi Diri Sendiri

Senin, 2 Januari 2023 | 06:23 WIB

Semua Bersandar PadaNya

Minggu, 1 Januari 2023 | 07:16 WIB

Alam Semesta Inspirasi Kehidupan Manusia

Rabu, 28 Desember 2022 | 13:38 WIB

Urung Berperang

Selasa, 27 Desember 2022 | 06:30 WIB
X