• Sabtu, 10 Desember 2022

Berprasangka Buruk

- Selasa, 30 Agustus 2022 | 16:07 WIB
Ilustrasi khutbah jumat singkat dan paling keren, agar amal ibadah diterima   (Freepik.com/@jcomp)
Ilustrasi khutbah jumat singkat dan paling keren, agar amal ibadah diterima (Freepik.com/@jcomp)

Berprasangka buruk itu pekerjaan yang disenangi setan. Ia dengan mudahnya masuk kepintu hati orang yang berprasangka buruk untuk memperdaya, membisik atau mempengaruhinya. Orang berprasangka buruk itu tercela namun justru hal itu menjadi kebaikan bagi setan.

Ketika seseorang menuduhkan sesuatu kejahatan terhadap orang lain berdasarkan prasangka semata-mata, setan akan mendorong lidah orang yang berprasangka itu agar melakukan pergunjingan, sehingga hal itu menjadi penyebab kebinasaannya, atau mengabaikan hak orang lain dengan melakukn penghinaan atau pelecehan terhadap orang lain, karena menganggap dirinya sendiri paling benar paling baik.

Imam Al Ghazali dalam kitabnya “Keajaiban Keajaiban Hati” mengatakan agama memerintahkan setiap orang untuk selalu menjaga diri agar tidak membiarkan dirinya menjadi sasaran tuduhan macam-macam dari orang lain.

Baca Juga: Jangan Membiarkan Waktu Sia-Sia

Rasulullah sangat berhat-hati agar tidak menjadi sasaran tuduhan. Suatu ketika Rasulullah sedang iktikaf dimasjid, Shafiyah binti Huyay salah seorang istri beliau datang berkunjung ke masjid dan berbincang agak lama sampai petang hari. Ketika Shafiyah hendak pulang maka Rasulullah bangkit dan berjalan sebentar mengantar istri beliau keluar. Pada saat yang bersamaan melintas dua orang laki-laki dari kalangan Anshar dan mengucapkan salam pada Rasulullah dan cepat-cepat melintas pergi. Namun sesaat itu pula Rasulullah memanggil dua laki-laki itu:”Ini adalah Syafiyah binti Huyay.”

Beliau mengatakan hal itu mungkin karena hari telah gelap atau mungkin pula karena Shafiyah bercadar sehingga mereka tidak mengenalinya sebagai isteri Rasululah. Mungkin juga untuk tidak menimbulkan pikiran-pikiran tidak baik dihati kedua laki-laki Anshar itu.

Mendengar sapaan Rasulullah maka kedua laki-laki berkata: “Ya Rasulullah kami tidak mmpunyai prasangka apa-apa, kecuali yang baik-baik saja.”Namun Rasulullah mengatakan,“Sesungguhnya setan itu mengalir dalam diri manusia sealiran dengan darah dalam tubuhnya.Dan aku khawatir setan akan memasukkan keraguan kedalam hati kalian’ (HR Bukhari dan Muslim)”.

Baca Juga: Menghitung Amalan Sendiri

Demikianlah Rasulullah mengkhawatirkan jangan sampai perasaan hati kedua laki-laki Anshar itu menjadi rusak, sehingga beliau cepat-cepat berkata kepada dua laki-laki itu. Begitu kasih sayangnya Rasulullah kepada umatnya, mengajari mereka cara menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan keurigaan dan tidak menganggap hal yang remeh masalah seperti itu.

Wallohu a’lambishshawab

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Senantiasa Istiqomah

Sabtu, 10 Desember 2022 | 06:39 WIB

Doa adalah Senjata Orang Mukmin

Jumat, 9 Desember 2022 | 06:34 WIB

Berbakti kepada Orangtua

Kamis, 8 Desember 2022 | 06:36 WIB

Uwais Qarni Gendong Ibunya ke Mekah

Rabu, 7 Desember 2022 | 06:45 WIB

Hadiah Terindah bagi Orangtua

Selasa, 6 Desember 2022 | 06:11 WIB

Semua Diketahui Tiada yang Bisa Ditutupi

Senin, 5 Desember 2022 | 07:07 WIB

Menyikapi Bencana Alam

Minggu, 4 Desember 2022 | 06:23 WIB

Wara’ Sarana Mencapai Kenikmatan Beribadah

Sabtu, 3 Desember 2022 | 06:16 WIB

Percaya Diri

Jumat, 2 Desember 2022 | 06:15 WIB

Mengenal Diri Menurut Imam Al Ghazali

Sabtu, 26 November 2022 | 06:05 WIB

Berlumur Dosa

Selasa, 22 November 2022 | 06:39 WIB

Bersedih karena Dosa-dosa

Senin, 21 November 2022 | 06:51 WIB

Harta Kekayaan

Jumat, 18 November 2022 | 06:59 WIB

Mengobati Pujian dan Celaan

Rabu, 16 November 2022 | 07:31 WIB

Sesal Kemudian Tak Berguna

Rabu, 16 November 2022 | 06:23 WIB

Anak yang Berkualitas

Selasa, 15 November 2022 | 06:27 WIB
X