• Senin, 5 Desember 2022

Ridha Ketetapan Allah

Yuli Terbit
- Selasa, 24 Mei 2022 | 07:31 WIB
Ilustrasi. Lelaki membaca Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. (ikbal muqorobin )
Ilustrasi. Lelaki membaca Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. (ikbal muqorobin )

SEMUA yang terjadi di dunia ini sudah menjadi ketetapan Allah SWT seperti adanya pergantian siang dan malam, alam yang indah, bencana, musibah, perbedaan keadaan wujud manusia, ada yang sempurna, kurang atau tidak sempurna.

Namun Allah mengatur setiap kebutuhan manusia dalam berbagai macam hal yang berbeda.

Manusia mampu membuat rencana untuk mencapai kepentingan dan tujuannya. Namun sehebat apa pun rencana manusia ketika Allah tidak meridhai maka manusia tak mampu berbuat apa pun atas segala yang terjadi dalam hidup ini.

Allah  memberikan karunia rezeki dengan takaran dan ukuran  yang berbeda terhadap seluruh makhluk ciptaan-Nya. Perolehan rezeki bukan hanya harta, tapi juga kesehatan, keberuntungan dan lainnya dari Allah untuk tiap manusia bisa berbeda, meskipun mereka sama-sama telah bekerja dan berusaha.  “Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki . . . .’’ (Q.S. an-Nahl [16]: 71).

Buya Hamka dalam kitabnya Tasawuf Modern memberikan gambaran yang mudah difahami tentang ridha.

Orang yang cinta pada anaknya yang masih kecil akan ridha manakala suatu ketika anaknya kencing di atas pangkuanya. Seorang suami yang cinta pada isterinya ridha untuk membelikan kesukaan isterinya meski ditengah jalan kehujanan atau kepanasan.  

“Itu bukan cinta buta, bukan pula kegilaan atau bukan pula karena kurang pertimbangan. Tapi ridha menjadi sebabnya. Ridha menerima kekayaan dan kemiskinan, kekayaan dan keparahan perjalanan, umur panjang dan pendek, badan sehat dan sakit. Semuanya tidak ada perbedaan sampai lupa segala-galanya.”   
                                             
Ridha bukan berarti menyerah pasrah melainkan tetap berusaha, berdoa dan bertawakkal. Ridha itu tidak menolak dan membenci apa yang telah ditetapkan Allah baik yang menyenangkan mau pun yang tidak menyenangkan.  

Ridha Allah sesungguhya bukan untuk diminta dan dicari tetapi untuk mereka lakukan, harus ridho kepada Allah.

Kita sendiri yang harus memastikan setiap saat ridha kepada apa pun yang Allah tentukan, sebagaimana ridhanya binatang, tumbuh-tumbuhan dan alam semesta yang diciptakan Allah. 

Halaman:

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Semua Diketahui Tiada yang Bisa Ditutupi

Senin, 5 Desember 2022 | 07:07 WIB

Menyikapi Bencana Alam

Minggu, 4 Desember 2022 | 06:23 WIB

Wara’ Sarana Mencapai Kenikmatan Beribadah

Sabtu, 3 Desember 2022 | 06:16 WIB

Percaya Diri

Jumat, 2 Desember 2022 | 06:15 WIB

Mengenal Diri Menurut Imam Al Ghazali

Sabtu, 26 November 2022 | 06:05 WIB

Berlumur Dosa

Selasa, 22 November 2022 | 06:39 WIB

Bersedih karena Dosa-dosa

Senin, 21 November 2022 | 06:51 WIB

Harta Kekayaan

Jumat, 18 November 2022 | 06:59 WIB

Mengobati Pujian dan Celaan

Rabu, 16 November 2022 | 07:31 WIB

Sesal Kemudian Tak Berguna

Rabu, 16 November 2022 | 06:23 WIB

Anak yang Berkualitas

Selasa, 15 November 2022 | 06:27 WIB

Ma’rifatullah

Senin, 7 November 2022 | 06:11 WIB

Niat dan Tata Cara Shalat Khusuf atau Shalat Gerhana

Sabtu, 5 November 2022 | 23:55 WIB

Kesedihan dan Kesenangan

Jumat, 28 Oktober 2022 | 23:10 WIB

Ibu adalah Madrasah

Rabu, 5 Oktober 2022 | 06:11 WIB

Menghalau Gelisah

Rabu, 28 September 2022 | 06:11 WIB

5 Buah yang Ada Dalam Al-Qur’an, Selain Buah Kurma

Minggu, 25 September 2022 | 14:29 WIB
X