• Jumat, 1 Juli 2022

Ridha Ketetapan Allah

Yuli Terbit
- Selasa, 24 Mei 2022 | 07:31 WIB
Ilustrasi. Lelaki membaca Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. (ikbal muqorobin )
Ilustrasi. Lelaki membaca Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. (ikbal muqorobin )

SEMUA yang terjadi di dunia ini sudah menjadi ketetapan Allah SWT seperti adanya pergantian siang dan malam, alam yang indah, bencana, musibah, perbedaan keadaan wujud manusia, ada yang sempurna, kurang atau tidak sempurna.

Namun Allah mengatur setiap kebutuhan manusia dalam berbagai macam hal yang berbeda.

Manusia mampu membuat rencana untuk mencapai kepentingan dan tujuannya. Namun sehebat apa pun rencana manusia ketika Allah tidak meridhai maka manusia tak mampu berbuat apa pun atas segala yang terjadi dalam hidup ini.

Allah  memberikan karunia rezeki dengan takaran dan ukuran  yang berbeda terhadap seluruh makhluk ciptaan-Nya. Perolehan rezeki bukan hanya harta, tapi juga kesehatan, keberuntungan dan lainnya dari Allah untuk tiap manusia bisa berbeda, meskipun mereka sama-sama telah bekerja dan berusaha.  “Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki . . . .’’ (Q.S. an-Nahl [16]: 71).

Buya Hamka dalam kitabnya Tasawuf Modern memberikan gambaran yang mudah difahami tentang ridha.

Orang yang cinta pada anaknya yang masih kecil akan ridha manakala suatu ketika anaknya kencing di atas pangkuanya. Seorang suami yang cinta pada isterinya ridha untuk membelikan kesukaan isterinya meski ditengah jalan kehujanan atau kepanasan.  

“Itu bukan cinta buta, bukan pula kegilaan atau bukan pula karena kurang pertimbangan. Tapi ridha menjadi sebabnya. Ridha menerima kekayaan dan kemiskinan, kekayaan dan keparahan perjalanan, umur panjang dan pendek, badan sehat dan sakit. Semuanya tidak ada perbedaan sampai lupa segala-galanya.”   
                                             
Ridha bukan berarti menyerah pasrah melainkan tetap berusaha, berdoa dan bertawakkal. Ridha itu tidak menolak dan membenci apa yang telah ditetapkan Allah baik yang menyenangkan mau pun yang tidak menyenangkan.  

Ridha Allah sesungguhya bukan untuk diminta dan dicari tetapi untuk mereka lakukan, harus ridho kepada Allah.

Kita sendiri yang harus memastikan setiap saat ridha kepada apa pun yang Allah tentukan, sebagaimana ridhanya binatang, tumbuh-tumbuhan dan alam semesta yang diciptakan Allah. 

Halaman:

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tasamuh dan Saling Menyayangi

Jumat, 1 Juli 2022 | 07:10 WIB

Pengasingan Diri Mencari Kemuliaan

Rabu, 29 Juni 2022 | 06:33 WIB

Mencari yang Bemanfaat

Selasa, 28 Juni 2022 | 06:39 WIB

Pastikan Hewan Kurban Anda Sah Secara Syar’i

Senin, 27 Juni 2022 | 09:20 WIB

Hati-hati dengan Depresi

Sabtu, 25 Juni 2022 | 06:33 WIB

Anak Ladang Pahala Orangtua

Jumat, 24 Juni 2022 | 06:36 WIB

Kemuliaan Akhlak

Kamis, 23 Juni 2022 | 06:36 WIB

Anak Sholeh

Rabu, 22 Juni 2022 | 06:32 WIB

Belajar Adab

Selasa, 21 Juni 2022 | 06:51 WIB

Kerukunan Rumah Tangga

Senin, 20 Juni 2022 | 12:29 WIB

Ilmu Bagi Manusia

Senin, 20 Juni 2022 | 06:16 WIB

Berbuat Baik Itu Anugerah

Jumat, 17 Juni 2022 | 06:46 WIB

Menjalani Sunnah Rasulullah

Kamis, 16 Juni 2022 | 06:39 WIB

Menjadi Tetangga yang Baik

Sabtu, 11 Juni 2022 | 23:14 WIB

Musuh dalam Selimut

Kamis, 9 Juni 2022 | 06:56 WIB

Hidup Sederhanna

Senin, 6 Juni 2022 | 07:03 WIB

Siang Malam Karunia Allah

Jumat, 3 Juni 2022 | 23:54 WIB

Jangan Menggergaji Serbuk Kayu

Rabu, 1 Juni 2022 | 09:10 WIB
X