HARIANTERBIT.com - Setiap makhluk hidup ciptaan Allah diberi keajaiban bisa tidur sebagai bukti kekuasaan Allah atas segala ciptaannya. Tidur merupakan karunia Allah yang luar biasa manfaatnya. Tidur bisa bernilai ibadah karena didalam tidur terkandung rasa syukur kita kepada Allah.
Ketika tidur sebenarnya Allah mematikan sementara hamba-Nya dan ketika bangun Allah juga yang menghidupkan kembali.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari krunia-Nya.... (QS Ar-Rum: 23).
Baca Juga: Soal Artis Inisial R Terkait TPPU Rafael Alun Trisambodo, Begini Penyataan Resmi KPK
Suatu ketika Ya’isy bin Thihfah berkata: ”Ayahku berkata‘ Ketika aku berbaring (menelungkup) di dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang menggoyangkan tubuhku dengan kakinya lantas ia berkata,”Sesungguhnya cara tidur seperti ini dibenci Allah” Akupun melihatnya ternyata orang itu adalah Rasululullah”.
Tidur dengan posisi tengkurap tidak sehat karena menghalangi dada untuk merenggang dan berkonstraksi saat bernafas sehingga dapat mengurangi asupan oksigen yang dapat mempengaruhi kinerja jantung dan otak.
Rasulullah apabila tidur dengan posisi miring ke kanan (tubuh bertumpu pada rusuk kanan). Posisi seperti ini membantu melancarkan aliran darah dari bilik jantung sebelah kiri ke seluruh tubuh kecuali pembuluh aorta. Dengan posisi tidur seperti ini memudahkan darah mengalir ke seluruh tubuh sesuai dengan hukum gravitasi. “Rasulullah apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
Baca Juga: Safe Deposit Rp 40 Miliar Rafael Alun Trisambodo di Bank Mandiri, Begini Kabarnya
Rasulullah tidak tidur terlalu malam, berwudlu sebelum tidur: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah sebelum tidur membaca antara lain ayat Kursi dan atau dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, diulangi sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari, Muslim,Abu Dawud,At Tirmidzi).
Baca Juga: Kedodoran di Jateng dan Jatim, Begini Strategi Anies Rebut Suara di Kandang Banteng dan NU
Waktu yang baik saat tidur di awal malam setelah melakukan sholat Isya. Tidur setelah sholat ashar atau setelah sholat maghrib tidak baik untuk kesehatan. Siang hari merupakan waktu yang baik untuk istirahat dengan tidur. Sementara itu orang yang dapat bangun malam dari tidurnya untuk mendekatkan diri pada Allah dengan sholat tahajud. Rasulullah lebih banyak memanfaatkan waktu malam untuk tahajud.
Kualitas tidur yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup individu, membuat tubuh lebih sehat.
Wallohu a’lambishshawab/H Nuchasin M Soleh/Harian Terbit
Artikel Terkait
Bahaya Hasad atau Dengki dalam Islam: Penyakit Hati yang Merusak Hubungan Sosial
Semua Diketahui Tiada yang Bisa Ditutupi
Hadiah Terindah bagi Orangtua