Jamkrindo Syariah dan Bank NTB Syariah Sepakati Kerja Sama

Arbi
Jamkrindo Syariah dan Bank NTB Syariah Sepakati Kerja Sama

Jakarta, HanTer - PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar) menjain kerja sama penjaminan dengan PT Nusa Tenggara Barat Syariah.

Hal itu ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman bersama antara Plt. Direktur Utama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, Gatot Suprabowo, dan Direktur Utama PT Nusa Tenggara Barat Syariah Kukuh Rahardjo, Jumat (7/12/2018).

“Kerjasama tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian target bisnis Jamkrindo Syariah dan Bank NTB Syariah untuk ekspansi pasar pada tahun 2019,” kata Plt. Direktur Utama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, Gatot Suprabowo, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Gatot mengatakan, kerjasama penjaminan tersebut meliputi: Nota Kesepahaman Bersama, Kafalah Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) iB & KUR iB Online, Kafalah Pembiayaan Konsumer, Kafalah Pembiayaan Kontra Bank Garansi (KBG), dan Kafalah Pembiayaan Konstruksi dan Pengadaan Barang /Jasa.

Kerja sama ini, ungkap Gatot, memberikan manfaat untuk Bank NTB Syariah selaku penerima jaminan, karena akan menambah jumlah customer based karena calon debitur yang memiliki collateral yang tidak bankable kemudian menjadi bankable.

“Dengan demikian, Bank bisa melakukan ekspansi bisnisnya sehingga penyaluran pembiayaan bisa meningkat tanpa menghilangkan aspek kehati-hatian (prudential).”

Selain itu, dengan pembiayaan yang dijamin oleh penjamin, maka perhitungan risiko dalam menghitung ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko) pada sebuah bank menjadi lebih kecil bobot risikonya sehingga CAR akan meningkat.

Sedangkan, sambung dia, manfaat untuk Jamkrindo Syariah selaku penjamin adalah menerima imbal jasa berupa fee yang akan dibukukan sebagai pendapatan perusahaan penjamin.

Adapun target penjaminan PT Jamkrindo Syariah pada tahun 2018 adalah sebesar Rp 13,8 triliun dengan target laba Rp 18,9 miliar. Sampai dengan posisi 30 November 2018, volume penjaminan telah mencapai Rp 19,29 triliun (139,10% dari RKAP 2018) sedangkan laba pada posisi yang sama telah mencapai Rp 21,7 miliar (115,1 % dari RKAP 2018).