Ajang CFO Club, BPJS-TK Sindir Perusahaan Kategori PDS

Arbi
Ajang CFO Club, BPJS-TK Sindir Perusahaan Kategori PDS

Jakarta, HanTer - Sedikitnya 120 Direktur Keuangan dan Head of Finance dari berbagai perusahaan, baik BUMN dan swasta, yang tergabung dalam CFO Club Indonesia menghadiri kegiatan ‘CFO Gathering dan Sharing Session’ di Hotel Four Season, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2018) malam.

Acara bertajuk ‘Peran CFO dalam Menjaga Stabilitas Kekuatan Ekonomi Indonesia Melalui Program BPJS Ketenagakerjaan’ itu menjadi kesempatan BPJS Ketenagakerjaan untuk mensosialisasikan pentingnya perlindungan bagi para pekerja dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Terlebih, seperti diketahui, BPJS Ketenagakerjaan diamanatkan undang-udang untuk mewujudkan universal coverage atau cakupan kepesertaan bagi seluruh pekerja di Indonesia pada 2029 mendatang. Di mana, data per Oktober 2018 jumlah peserta terdaftar sebanyak 49 juta orang dan peserta aktif 29 juta.

Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Evi Afiatin mengatakan, masalah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan saat ini masih menghadapi tantangan dan persoalan penting, disamping upaya perluasan kepesertaan. Yaitu berkaitan dengan kepatuhan dan kepedulian perusahaan terhadap pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kepatuhan yang dimaksud Evi terkait perusahaan “bermasalah”, seperti perusahaan daftar sebagian (PDS) tenaga kerja, PDS upah dan PDS program.

“Kita berharap kepada teman-teman CFO untuk mendorong perusahannya mendaftarkan (seluruh) karyawannya agar memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, dan saya minta tolong karena saat ini masih ada yang daftar sebagian (karyawan) dan upahnya belum sesuai,” kata Evi dalam kesempatan tersebut, Jumat (30/11/2018).

Menurut Evi, kepatuhan perusahaan baik secara administasi maupun iuran menentukan manfaat yang diterima pekerja. “Kita minta juga membayarkan iuran tepat waktu, sehingga para pekerja dapat menerima manfaat sesuai dengan hak-haknya. Alhamdulillah perusahaan CFO yang hadir saat ini sudah patuh dan komitmen semua,” ucapnya.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan, peserta pada kegiatan ini merupakan  para Direktur Keuangan yang memiliki keputusan strategis dan financial controller yang mempunyai kewajiban untuk memastikan kepatuhan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk kesejahteraan pegawai.

Dalam ‘CFO Gathering dan Sharing Session’, Agus juga berharap mendapatkan masukan dan  menyamakan persepsi terhadap pemahaman ketentuan atau regulasi terbaru dari BPJS Ketenagakerjaan sebagai pelaksana Undang-Undang serta manfaat maksimal yang didapat oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam kegiatan itu, juga digelar sharing session Outlook Ekonomi Indonesia Tahun 2019 dengan Keynote Speaker oleh Soerjono, Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Penguatan Struktur Industri; dan narasumber dari Kementerian PPN/ Bappenas; Amalia Adininggar Widyasanti, Staf Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Sri Haryati, Asisten Perekonomian dan Keuangan. Pemprov DKI Jakarta dan senior ekonom Anton Hermanto Gunawan.

 

 

#BPJS   #CFO   #jaminan   #sosial