BPJS-TK Serahkan Santunan Korban Lion Air, Tertinggi Rp1,5 Miliar

Arbi
BPJS-TK Serahkan Santunan Korban Lion Air, Tertinggi Rp1,5 Miliar
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif bersama dengan Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali saat menyerahkan santunan. (Ist)

Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) menyerahkan santunan kepada delapan ahli waris korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang menjadi peserta Program Jaminan Sosial BPJS-TK, di Menara Jamsostek, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Penyerahan santunan dilakukan oleh Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif bersama dengan Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali. Besaran santunan bervariasi antara Rp120 juta hingga Rp1,5 miliar per korban.

“Besaran santunan dari Rp120 juta sampai Rp1,5 miliar, karena memang paling banyak akibat kecelakaan kerja dengan ketentuan santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan,” kata Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif, Senin (26/11/2018).

Krishna menjelaskan, kategori meninggal dunia akibat kecelakaan kerja apabila korban sedang berada dalam perjalanan dinas atau sedang melaksanakan pekerjaannya. Namun begitu, terdapat juga peserta yang tidak tergolong dalam kecelakaan kerja atau tidak sedang dalam perjalanan dinas.

Untuk korban yang bukan kategori kecelakaan kerja, ahli waris akan diberikan santunan kematian sebesar Rp 24 juta. Dan jika kepesertaan telah mencapai 5 tahun, maka akan diberikan  beasiswa untuk satu orang anak.

"Selain manfaat JKK dan JKM, saldo JHT (Jaminan Hari Tua) yang bersifat tabungan akan diberikan kepada ahli waris yang sah,” tambahnya.

Hingga saat ini, kata Krishna, dari 125 korban yang berhasil diidentifikasi terdapat 32 korban yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Penyerahan santunan untuk korban lainnya akan dilakukan secara bertahap. Dan, masih terbuka kemungkinan ada peserta tambahan lantaran masih banyak korban yang belum teridentifikasi.

“Kami tetap terus memantau perkembangan terkini yang dikeluarkan pihak berwenang perihal data korban yang belum berhasil diidentifikasi sebagai dasar untuk segera memutuskan pemberian santunan bagi ahli waris,” imbuhnya.

Adapun, ahli waris yang hadir dalam penyerahan santunan ini adalah Zainal Abidin-ahli waris dari Indra Bayu Aji (PT. Harmoni Panca Utama), Iryun-ahli waris dari Tami Julian (PT. Telekomunikasi Selular), Mardiyem Nur Rahmah-ahli waris dari Moedjiono (Asuransi Harta Aman Pratama), RD Tris Tresnawati-ahli waris dari Rumadi Ramdhan (PT. Wira Griya).

Selanjutnya, Merdian Agustin-ahli waris dari Eka Suganda (PT. Primus Pratama), Tandina Sukarno Putri-ahli waris dari Permadi Anggrimulyo (PT. Jasa Raharja), Dermawan Riama Siregar-ahli waris dari Mangatur Sihombing (PT. Angkasa Pura II), Amir Syakban-ahli waris dari Fauzan Azima (KJPP Satria Iskandar Setiawan dan Rekan).

“Kami imbau kembali kepada masyarakat usia produktif untuk mendaftar dan mendapatkan perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan karena risiko dapat hadir kapan saja dalam waktu yang tidak kita ketahui”, pungkas Krishna.

 

#BPJS   #santunan   #lion   #air