IZI Gelar Panen Raya di Lahan Pertanian Program Smart Farm Academy

Arbi
IZI Gelar Panen Raya di Lahan Pertanian Program Smart Farm Academy
Simbolis Panen Raya Kacang Panjang di lahan pertanian Program IZI Smart Farm Academy.

Jakarta, HanTer - Lembaga Amil Zakat (Laznas) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) melakukan Panen Raya Kacang Panjang di lahan pertanian kelompok tani peserta Program Smart Farm Academy, di Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, Banten, Senin (9/11/2020).

Program Smart Farm Academy sendiri adalah program pemberdayaan petani untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga petani dan mendukung program pemerintah. Program ini juga melibatkan agropreneur sebagai generasi muda atau kaum milenial.

Direktur Pendayagunaan IZI, Nana sudiana mengungkapkan, panen raya kacang panjang ini merupakan bukti keberhasilan program Smart Farm Academy yang telah berjalan selama satu tahun, dengan saat ini memiliki 120 anggota petani yang tersebar di tujuh titik di sejumlah wilayah di Indonesia.

Bekerjasama dengan Bank Permata Syariah, Dinas Pertanian dan stakeholder terkait, program ini memberikan petani pelatihan, pembinaan, pendampingan, permodalan hingga dibantu proses pemasaran produk hasil pertaniannya.

“Panen raya ini bagian pengembangan kapasitas dari kelompok tani binaan kita, dari sini kita akan pasarkan, karena selama ini tantangan dari petani adalah pemasaran hasil pertaniannya. Alhamdulillahh kita sudah bekerjasama dengan beberapa pihak untuk menyerap hasil pertanian disini,” kata Nana disela kegiatan tersebut, Senin (9/11/2020).

Tidak hanya kacang pancang, ungkap Nana, komoditas lain juga turut dikembangkan di 7 lokasi yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Barat dengan komoditas kangkung, cesin, pakcoy, bayam, dan ketela jepang yang memiliki permintaan tinggi. Lokasi, tenjo bogor, banjarnegara jateng, dan bojonegoro.

Nana mengungkapkan kelebihan dari program Smart Farm diantaranya inovasi pertanian dengan menyediakan tempat dan tanaman khusus yang diperuntukkan bagi hama untuk berkumpul, sehingga tidak mengganggu tanaman utama petani. Lebih penting lagi, petani binaan juga diajarkan untuk melibatkan Allah dalam setiap proses bertani.

“Misalnya diajarkan untuk berwudhu dan ketika menanam membaca shalawat. Value itu yang kita ajarkan sejak awal,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) Permata Syariah, Habibullah mengapresiasi Program Smart Farm Academy dan berharap kerjasama antara Permata Syariah dengan IZI dapat terus berlanjut guna menambah petani binaan agar mewujudkan ketahanan pangan.

Dalam program ini, UPZDK Permata Syariah mengeluarkan dana sekitar Rp1 miliar untuk tahun anggaran 2020. Dana tersebut berasal dari zakat perusahan, zakat karyawan, dan dana kebajikan. “Kami berharap dengan adanya smart farm ini, dari petani muncul muzaki-muzaki baru sehingga masyarakat semakin berdaya dan sejahtera secara ekonomi,” ucapnya.

Secara total, ungkap Habiib, saat ini dana kelolaan UPZDK Permata Syarian sendiri mencapai Rp26,1 miliar. Dana tersebut disalurkan dalam berbagai program sosial di bidang kesehatan, pendidikan, kebencanaan, pertanian dan lainnya.

Obo, Ketua Kelompok Tani Program Smart Farm di Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, Banten, mengatakan saat  ini memiliki 38 anggota petani dengan luas lahan 25 hektare. Komoditas yang dikembangkan diantaranya bayam, kacang panjang, okra, cabai, kacang tanah, dan pakcoy.

Obo menyampaikan terimakasihnya kepada IZI karena dibantu melalui program Smart Farm Academy karena kini dirinya telah mengelola lahan satu hektare. “Pertama saya terjun dalam program ini, saya dibantu untuk sewa lahan 400 meter, sekarang sudah berkembang menjadi satu hektare. Dari lahan itu, 5000 meter ditanami kacang panjang,” jelasnya.