Cegah Aksi Sweeping, Personel TNI-Polri Akan Jaga Toko Produk Prancis

Danial
Cegah Aksi Sweeping, Personel TNI-Polri Akan Jaga Toko Produk Prancis
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono

Jakarta, HanTer - Buntut pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron, menuai aksi protes di beberapa negara mayoritas muslim, seruan bikot produk dari negara penghasil anggur terbaik itu marak, termasuk di Indonesia.

Untuk mengantisipasi hal itu, personel TNI-Polri, bakal melakukan penjagaan terhadap toko-toko yang menjual produk Prancis yang berada di pusat perbelanjaan alias mal.

"Tentunya menyikapi hal tersebut. Polri akan bersingergi dengan TNI dan satuan pengamanan (Satpam). Pengelola pertokan mal, untuk melakukan pejagaan pengamanan etalase-etalase yang akan menjadi sasaran sweping," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (5/11/2020).

Disamping itu, secara maraton Polri terus mengimbau kepada masyarakat, agar tidak terprovokasi dengan ajakan-ajakan sweeping yang beredar di sosial media.

Awi mengingatkan, bahwa Indonesia merupakan negara hukum, segala bentuk tindakan yang melanggar hukum maka aparat tidak segan untuk melakukan tindakan penegakan hukum.

"Kita adalah negara hukum harus taat sama hukum jangan sampai main hakim sendiri, jangan sampai anarkis tentunya, hal tersebut tidak di perkenankan oleh hukum kalau terjadi. Polri akan mengambil langkah yang tegas," ungkap Awi.

Sebelumnya, puluhan anggota Gerakan Pemuda Islan Indonesia (GPI), melakukan sweeping dengan cara membeli produk Prancis di minimarket di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Rabu kemarin 4 November 2020. Usai membeli semua produk yang berasal dari negara dengan ikon menara Eiffle itu, kemudian mereka membakarnya.

Tidak cuma di Menteng Jakarta Pusat, di beberapa daerah juga terjadi hal yang sama, dimana sekelompok masyarakat melakukan aksi boikot produk Prancis dengan cara memusnahkannya baik dibakar maupun dirusak.

Awi menambahkan, Kapolri Jenderal Idham Azis sendiri telah memerintahkan kepada jajaran Bareskrim, untuk melakukan pemetaan atau deteksi dini terkait ajakan dan seruan aksi untuk sweeping produk Prancis, termasuk melakukan penggalangan terhadap tokoh agama dan masyarakat, guna mencegah aksi sweeping serta tindakan main hakim sendiri.