1.000 Perusahaan Ikuti Sosialisasi PP 49 Tentang Relaksasi Iuran BPJAMSOSTEK

Arbi
 1.000 Perusahaan Ikuti Sosialisasi PP 49 Tentang Relaksasi Iuran BPJAMSOSTEK
Tangkapan layar kegiatan sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) 49 Tahun 2020 terkait relaksasi iuran BPJAMSOSTEK. (Ist)

Jakarta, HanTer - BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Jakarta Gambir menggelar sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) 49 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Iuran Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Selama Bencana Nonalam Penyebaran COVID-19, secara virtual kepada 1000 perusahaan aktif melalui video conference dan live streaming Youtube.

Pemerintah sendiri diketahui juga telah resmi melakukan sosialisasi relaksasi iuran dalam bentuk keringanan dan penundaan pembayaran iuran peserta BPJAMSOSTEK yang berlaku terhitung bulan Agustus 2020 sampai dengan Januari 2021. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 3 ayat (2) PP 49 tersebut.

Secara rinci, dalam PP tersebut pemerintah memberikan penyesuaian iuran berupa kelonggaran batas waktu pembayaran iuran empat program BPJS Ketenagakerjaan, keringanan Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Iuran Jaminan Kematian (JKM), serta penundaan pembayaran sebagian Iuran Jaminan Pensiun (JP).

Dengan keringanan ini, maka peserta penerima upah (PU) dan peserta bukan penerima upah (BPU) serta jasa konstruksi (Jakon) hanya perlu membayar 1 persen dari besaran iuran JKK dan JKM sebelumnya serta penundaan iuran Jaminan Pensiun .

Kepala Bidang Kepesertaan BPJAMSOSTEK Jakarta Gambir, Eris Aprianto dalam sosialisasi tersebut menjelaskan “Keringanan pembayaran sebesar 1 persen ini diberlakukan mulai Agustus 2020 hingga Januari 2021. Dan utk iuran Jaminan Pensiun, 99% sisanya akan menjadi piutang iurang yang harus dibayarkan mulai Mei 2021 hingga April 2022”.

“Jadi keringanan Jaminan Pensiun tersebut sifatnya hanya penundaan iuran, sisanya bisa dicicil atau membayar sekaligus” tambah Eris dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (18/9/2020).

Dalam kesempatan tersebut Chairul Arianto selaku Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Gambir memastikan iuran peserta telah direlaksasi serendah-rendahnya, namun manfaat yang diberikan tetap sama.

“Relaksasi ini diberikan dengan harapan dapat membantu meringankan beban perusahaan dan peserta selama masa Pandemi COVID-19 berlangsung,” ucap Chairul.

Menurut Chairul, dengan adanya relaksasi menjadi kesempatan para pengusaha untuk mendaftarkan seluruh pekerjanya ke BPJAMSOSTEK tanpa terkecuali, karena dengan adanya relaksasi ini iuran BPJS Ketenagakerjaan menjadi sangat murah namun mempunya manfaat yang sangat besar.

Lebih lanjut dikatakan, BPJAMSOSTEK Jakarta Gambir juga selalu menginformasikan bahwa selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta masyarakat tetap dapat melakukan klaim JHT melalui www.lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id

Selain itu, bisa menghubungi Call Center 175 untuk mendapatkan Informasi lebih lanjut terkait pelayanan BPJAMSOSTEK dan terkait Protokol Lapak Asik.  Layanan Lapak Asik merupakan program untuk mendukung kebijakan pemerintah guna melakukan PSBB sebagai salah satu protokol kesehatan di masa pandemi ini.