Tingkatkan Jumlah Wisatawan, PHRI Siap Kolaborasi dengan Maskapai

Safari
Tingkatkan Jumlah Wisatawan, PHRI Siap Kolaborasi dengan Maskapai
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran saat membuka pelaksanaan Safe Travel Campaign seri ke-empat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jumat (28/8/2020).

Jakarta, HanTer - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran mengaku siap berkolaborasi dengan INACA dan seluruh maskapai anggotanya untuk mengajak masyarakat kembali bepergian. Menurutnya, ada tiga kata kunci yang harus bisa diberikan ke masyarakat untuk bisa berhasil mewujudkan target itu.

"Bagaimana caranya kita bisa meningkatkan confidence mereka, menyediakan akomodasi dan transportasi yang baik, serta menyiapkan destinasi. Ketiganya harus bisa dideliver melalui Safe Travel Campaign ini," kata Yusran saat membuka pelaksanaan Safe Travel Campaign seri ke-empat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jumat (28/8/2020).

Oleh karena itu, Yusran menyebut siap duduk bersama INACA dan seluruh anggotanya untuk melakukan strategi marketing bersama.

"Untuk meningkatkan okupansi, kami siap memberikan pricing kamar hotel terbaik untuk dibundling dengan tiket pesawat. Sehingga bisa jadi trigger masyarakat mau bepergian lagi," ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Medistra, Dr Dini Handayani meyakinkan masyarakat Indonesia untuk tidak khawatir melakukan penerbangan lagi. Ia mengungkapkan, hasil riset terbaru dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menyatakan, jumlah penumpang yang tertular Covid-19 saat berada di dalam kabin pesawat nyaris.

"Riset MIT dilakukan sejak bulan Februari sampai awal Agustus kemarin. Hasilnya hanya 1 penumpang tertular Covid dari 4.300 penumpang penerbangan di Amerika Serikat yang disurvei. Artinya teknologi HEPA yang memfilter udara di kabin pesawat terbukti bekerja dengan baik," jelasnya. 

Dini memaparkan, High Efficiency Particulate Air (HEPA) adalah teknologi penyaringan udara yang digunakan di kabin pesawat dan ruangan operasi di rumah sakit.

"Filter ini membersihkan udara dari virus, kuman, dan partikel penyakit lainnya. Jadi digunakan di Rumah Sakit dan pesawat. Di ruang operasi, HEPA filter bekerja tiap 5 menit. Sementara di pesawat tiap 3 menit HEPA mengeluarkan udara di dalam kabin, dan menggantinya dengan udara dari luar. Jadi 99,99% HEPA ini efektif mencegah penularan Covid di pesawat," pungkasnya.