Kontribusi BUMN di Tengah Pandemi Covid-19 Perkuat Ekonomi Nasional 

Danial
Kontribusi BUMN di Tengah Pandemi Covid-19 Perkuat Ekonomi Nasional 
Menteri BUMN Erick Thohir

Jakarta, HanTer - Di tengah situasi Pandemi Covid-19, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkontribusi Positif dalam memperkuat ekonomi nasional, diantaranya dengan menyetorkan dana kepada pemerintah sebesar Rp. 55,51 triliun dari pembayaran pajak dan Rp. 31,43 triliun sebagai setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada kuartal I 2020. 

Selain itu, Erick Thohir juga berhasil memperjuangan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 151,1 triliun kepada BUMN yang ditetapkan Komisi VI DPR RI. 

Pengamat BUMN dari FEB UI, Toto Pranoto memuji perjuangan Erick Thohir karena kerja kerasnya dalam memberikan kontribusi perusahaan pelat merah dalam bentuk pajak dan dividen kepada negara kendati saat ini tengah terdampak pandemi Covid-19. 

“Ya, itu kontribusi positif. Artinya aktivitas BUMN tetap bergerak dalam era pandemi ini, sehingga kontribusi mereka berupa pajak atau PNBP masih tetap berjalan. Ini kontribusi penting juga buat penerimaan negara dalam kondisi anggaran pemerintah yang tertekan akibat pandemi ini,” ujar Toto, Jumat (24/7/2020).

Menurut Toto, dengan adanya penempatan dana sebesar Rp. 151,1 triliun yang diberikan kepada BUMN dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang ditetapkan setelah mendapat persetujuan dari Komisi VI DPR RI. Toto berharap BUMN mampu meningkatkan kontribusinya bagi pemerintah.

“Ke depan kontribusi ini diharapkan meningkat, terutama setelah sebagian BUMN menerima skema pinjaman modal kerja atau PMK dalam skema PEN. Dana itu sangat membantu dalam me-restart bisnis setelah redup akibat kebijakan PSBB,” katanya.

Lanjut Toto, penggunaan dana PEN harus efektif menumbuhkan perekonomian nasional, Erick Thohir harus memastikan injeksi modal yang diberikan dapat digunakan sesuai proposal bisnis yang diajukan, “sehingga efektivitas penggunaan dana akan membantu BUMN ini shifting ke situasi yang lebih baik,” bebernya.

Selain itu, Toto mengingatkan perusahaan BUMN yang memiliki kinerja kurang memuaskan sejak dari era sebelum pandemi Covid 19 terjadi, yang juga ikut menerima dana PEN seperti PT Garuda Indonesia TBK (GIAA), PT Perkebunan Nusantara, PT Krakatau Steel (KRAS) untuk meningkat kinerjanya menjadi lebih baik.

“Saran saya, perlu perhatian lebih terhadap BUMN penerima dana PEN yang kinerjanya negatif sejak dari era sebelum pandemi Covid terjadi (GIAA , PTPN , KRAS). Jangan sampai timbul anggapan (taken for granted ) di BUMN bahwa sejelek apapun kinerja mereka pasti akan dibantu pemerintah,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, Komisi VI DPR RI telah menyetujui rencana pemerintah untuk mengucurkan dana sebesar Rp 151,1 triliun kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dana itu akan diberikan dalam tiga skema yakni penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 23,65 triliun, pencairan utang sebesar Rp 115,95 triliun, serta dana pinjaman sebesar Rp 11,5 triliun.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Gedung Nusantara I Jakarta, Rabu (15/7).

“Kami berharap kondisi ini dapat dimanfaatkan betul oleh para BUMN termasuk bisa menjaga dan maintenance infrastruktur, serta menjaga kondusifitas perusahaan. Jangan sampai terjadi kendala, karena situasi penanganan Covid-19 ini sangat membutuhkan berbagai instrumen korporasi yang ada di lingkungan BUMN,” tutur Aria