Di Tengah Covid -19, Indonesia Genjot Ekspor Bawang Merah ke Thailand

Safari
Di Tengah Covid -19, Indonesia Genjot Ekspor Bawang Merah ke Thailand
Ekspor bawang merah tidak menurun meski sempat terhambat pandemi Covid-19. Tahun lalu kurang lebih kami mengekspor 15 sampai 20 kontainer. Per kontainernya 28 ton.

Surabaya, HanTer - Meskipun pertanian Indonesia saat ini sedang  mengalami kesulitan pasar karena Covid -19. Ternyata petani dan eksportir masih bergairah untuk ekspor bawang merah ke Thailand. Hal ini terbukti dengan  Kementerian Pertaian (Kementan) melalui Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya yang kembali memfasilitasi ekspor produk bawang merah asal Probolinggo. 

Totalnya ada 52,4 ton bawang merah yang diekspor ke Thailand oleh PT Cipta Makmur Sentausa (CMS). Ini merupakan ekspor perdana bawang merah Probolinggo tahun ini.

"Kali ini kami kirimkan dua kontainer dulu ke Thailand. Totalnya 52,4 ton. Ini perdana di tahun ini karena kan di Probolinggo belum panen raya. Kami pun masih menunggu untuk panen raya," kata Direktur PT Cipta Makmur Sentausa Wantik di Surabaya, Selasa (21/7/2020).

Wantik mengatakan, meskipun harga bawang merah masih tetap tinggi karena di Probolinggo masih belum panen raya namun karena adanya permintaan dari negara tujuan, Thailand, maka ekspor tetap dilaksanakan, yang penting masih ada untung meskipun tidak besar. 

"Kami menargetkan ekspor bawang merah tidak menurun meski sempat terhambat pandemi Covid-19. Tahun lalu kurang lebih kami mengekspor 15 sampai 20 kontainer. Per kontainernya 28 ton. Biasanya mulai Juli itu stok melimpah, karena panen raya biasanya Juli," jelasnya.

Wantik mengungkapkan, negara-negara seperti Thailand diakuinya sangat berminat terhadap bawang merah Probolinggo, karena beberapa keunggulannya. Di luar Thailand, ada juga Vietnam yang berminat dengan bawang merah asal Indonesia.

"Untuk Vietnam kita saat ini sudah tidak bisa masuk ke sana lagi. Makanya kami mohon bantuan pemerintah agar bawang merah kita bisa masuk pasar ekspor Vietnam lagi," ujar Wantik.

Sementara itu, Salim salah satu pelaku usaha bawang merah asal Probolinggo mengatakan sepengetahuannya pemerintah belum memberikan bantuan kepada petani bawang merah di Probolinggo baik itu berupa pupuk maupun bibit. 

"Padahal kalau ada bantuan pemerintah biaya produksi petani bisa lebih murah dan tentunya bisa bersaing di pasar ekspor," paparnya.