Pengamat: Mentan Syahrul Miliki Semangat Tinggi Wujudkan Kedaulatan Pangan

Safari
Pengamat: Mentan Syahrul Miliki Semangat Tinggi Wujudkan Kedaulatan Pangan
Mentan Syahrul Yasin Limpo

Jakarta, HanTer  - Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai penyedia pangan bagi seluruh masyarkat Indonesia terus berkomitmen meningkatkan produksi pangan melalu berbagai kebijakan dan program terobosan. Peningkatan tersebut wajib dipenuhi karena bahan pokok adalah kebutuhan sehari-hari.

Pengamat pangan sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian (FP) Universitas Brawijaya, Sujarwo mengaku optimis dengan kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang gigih melakukan pembangunan pertanian.

"Saya sangat bahagia Mentan Syahrul menyebut banyak pihak yang telah bekerja bersamanya. Ini kekuatan sosial dan networking yang baik positioning. Saya yakin pangan kita tercukupi," kata Sujarwo, Rabu (24/6/2020).

Sujarwo mengatakan, sejauh ini semangat Mentan Syahrul terus berkobar dan berapi-api. Bahkan, kata dia, Dewan Perwakilan Rayat (DPR) akan melihat semangat Kementan sebagai kekuatan untuk mengkritisi kebijakan impor yang diajukan Kementerian lain.

"Population Growth Indonesia itu positif, maka ada growth demand pangan. Sehingga sangat tepat jangan sampai kita impor. Ada harga diri bangsa disini, punya banyak Sumber Daya Manusa harus bisa mencukupi karena kita negara dengan keunggulan komparatif pertanian," tegas Sujarwo.

Namun begitu, kinerja Mentan Syahrul harus didukung dengan data dalam satuan bulan per Provinsi hingga per Kabupaten. Jika memiliki data yang aktual dan valid dari seluruh wilayah Indonesia, peningkatan produksi tidak akan menjadi hisapan jempol belaka.

Sebagai informasi, Kementan memasang target produksi pangan pada 2021 seperti padi sebesar 63,50 juta ton, jagung 26 juta ton, kedelai 48 ribu ton, dan daging sapi 463 ribu ton.

Mengenai hal ini Mentan Syahrul berkomitmen akan berdiri paling depan jika peningkatan produksi mendapat penolakan. Menurutnya, petani dan masyarakat kecil harus dibela kepentingannya. Pangan untuk masyarkat harus tercukupi dengan pangan lokal dan tidak melakukan impor.

"Kita tidak boleh bergantung dari ketersediaan impor. Untuk itu produks pangan wajib hukumnya dipenuhi," tutupnya.