Buka Akses Kegiatan Bisnis,Ratusan UMKM Bergabung Dengan Koperasi Alumni Unpad

Safari
Buka Akses Kegiatan Bisnis,Ratusan UMKM  Bergabung  Dengan  Koperasi Alumni Unpad

Jakarta, HanTer - Koperasi UMKM Alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) terus berkembang sejak dideklarasikan pada 22 Februari 2020. Calon Ketua Ikatan Alumni Unpad Ary Zulfikar (Azoo) menyatakan, perkembangan itu karena koperasi membantu anggotanya, dengan cara membuka akses dari hambatan-hambatan dalam kegiatan bisnis.

 

Dalam hal ini, koperasi yang berbasis komunitas dan menjunjung tinggi asas kekeluargaan tersebut, membantu dan memudahkan akses dana, akses pasar, dan memberikan pembinaan.

 

"Kita menerapkan asas kekeluargaan bukan persaingan yang saling menjatuhkan dan membantu mereka dalam akses pendanaan, akses pasar, dan pembinaan," kata Direktur Eksekutif Hukum Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu dalam Halalbihalal Jejaring Alumni, Anggota Koperasi UMKM alumni Indonesia, dan Komunitas Alumni, Minggu (14/6/2020).

 

Acara halal bihalal dihadiri oleh sekitar  150 alumni Unpad yang tersebar di seluruh Indonesia, turut hadir Ferry Mursidan Baldan mantan Menteri ATR/BPN, Rudiantara mantan Menteri Komunikasi dan Informatika.  

Azoo menjelaskan perkembangan koperasi alumni yang digagasnya.

 

Mulanya, Azoo melihat peluang ekonomi yang besar dari potensi-potensi alumni yang melakukan kegiatan bisnis.Sebelum koperasi ini diresmikan, Azoo pernah melakukan survei di beberapa komunitas alumni di Unpad. Sebanyak 70 persen dari mereka ternyata melakukan kegiatan usaha. Namun memiliki kendala dalam hal akses dana dan akses pasar.

 

"Selain itu, banyak dari mereka melakukan kegiatan UMKM karena hobi. Padahal kalau hobi dijalankan dengan benar bisa mendapatkan penghasipan besar," kata Azoo.

 

Hal itu yang membuat Azoo mencetuskan ide mendirikan koperasi UMKM alumni Upad. Azoo menyatakan, koperasi tersebut akan menjadi wadah untuk membantu para alumni yang ber-UMKM dengan memudahkan hambatan-hambatan mereka dalam berusaha, seperti akses dana, pasar dan pembinaan.

 

"Saat pertama dibuka sudah ada 200 lebih orang mendaftar menjadi UMKM dan respons masing-masing alumni. Baru bergabung mereka sudah disediakan pasar yang pembelinya para alumni. Ini karena marketplace sifatnya komunitas. Jadi tidak saling membunuh. Meskipun produk yang dijual sama tapi kerekatan keluarga tidak sampai saling menjatuhkan," kata Azoo.

 

Selain itu, koperasi ini membagi kelompok sesuai produk yang dijual, ada kelompok makanan dan juga jasa. "Hampir semua yang kita butuhkan dalam keseharian ternyata diproduksi UMKM alumni. Kalau mau beli bunga, alumni ada. Rendang juga ada," kata Azoo.

 

Koperasi ini juga berupaya memberikan bimbingan kepada anggota. Dalam hal ini, Azoo menjelaskan usaha koperasi dalam mengupayakan hak paten dari produk hasil inovasi salah satu anggota.

 

"Ada alumni yang menciptakan alat pipis yang digunakan dalam perjalanan. Lalu saya tanyakan sudah dipatenkan belum. Dia bilang belum. Saya bilang mari gabung ke koperasi, kita bantu patennya, bantu pemasarannya," kata Azoo.

 

Bahkan, Azoo menyatakan ada pelaku UMKM alumni Unpad yang telah berhasil menembus pasar internasional. Pihaknya juga ditawarkan kerja sama untuk memenuhi kebutuhan pasokan kopi, teh, produk pangan, dan fesyen ke Australia dan Maroko.

Ferry Mursidan Baldan yang hadir dalam kesempatan tersebut menyambut baik ide pendirian koperasi yang dirikan oleh alumni Universitas Padjajaran.

 

“Potensi alumni  Unpad sebenarnya besar sekali, jika diberdayakan akan menjadi kekuatan ekonomi. Tinggal sekarang bagaimana koperasi ini bisa dikembangkan dan bisa menembus pasar luar negeri,” jelasnya.

 

Demikian pula Rudiantara, ia menyatakan kebiasaan alumni  Unpad yang cenderung “haree..haree” ( sendiri-sendiri) bisa dikikis dengan adanya wadah yang bisa menyatukan potensi alumni. “Mungkin dengan adanya koperasi, bisa menyatukan alumni Unpad dalam satu visi dan misi. Sehingga mampu berkiprah lebih luas lagi. Saya menyambut baik adaya koperasi yang digagas oleh Azoo,” pungkas Rudiantara.

 

Menurut Azoo, saling membantu tak lepas kaitan dengan moto hidupnya, yakni hidup tak bermakna bila tak berguna bagi orang lain."Karena itu, mari kira mulai menyatukan visi misi, saling menghormati produksi satu sama lain. Koperasi akan terus membimbing, akses pasar kita buka networking," kata Azoo.

 

"Dan kita kembalikan kepada khittahnya, ekonomi yang harusnya dikembangkan pasa masa Covid ini adalah UMKM," jelasnya.