Bangun Ketahanan Pangan, FKDB - Asstafsus Wapres -Bhabinkamtibmas Panen Raya Padi

Safari
Bangun Ketahanan Pangan, FKDB - Asstafsus Wapres -Bhabinkamtibmas Panen Raya Padi

Jakarta, HanTer  - Hasil dari diskusi panjang 3 bulan lalu antara Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) dan Kabaharkam Mabes Polri yang fokus meningkatkan hasil panen di daerah lumbung padi di Jawa Barat meliputi Kabupaten Cirebon, Indramayu, Karawang serta Subang akhirnya membuahkan hasil yang manis. Karena  tanaman padi yang ditanam 3 bulan lalu akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan.

 

Penanaman padi tersebut juga melibatkan FKDB on farm, Asisten Staf Khusus (Asstafsus) Wapres RI dan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Mereka akhirnya memutuskan untuk melakukan percobaan penanaman padi dengan membangun ekosistem yang didukung oleh teknologi pupuk futura serta nutrisi esensial, Sabtu (15/2/2020) lalu.

 

Setelah berjalan kurang lebih selama 90 hari, pada Senin (18/5/2020), disaat bangsa ini tengah menghadapi pandemi Covid-19, .tanaman padi yang ditanam 3 bulan lalu tersebut akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan dan layak untuk dibanggakan.

 

Asstafsus Wapres, Dr. H. Ikhsan Abdullah SH MH mengatakan, panen perdana padi yang dihasilkan dari luas lahan sekitar 10 hektar dengan tipe padi varitas inpari 30 di areal persawahan Desa Jaga Pura, Kec. Gegesik, Kabupaten Cirebon, mencapai 7,5 hingga 8 ton/bahu. (1 bahu setara 0,70 hingga 0,74 hektare).

 

"Alhamdulillah dengan teknologi dan ekosistem baru dimana dulunya padi yang dipanen mencapai 4-5 ton/bahu.  Kini meningkat sebesar 25 persen menjadi 7,5 hingga 8 ton/bahu. Ini sekaligus dalam rangka mendukung program kerja Wapres yang berkualitas dibidang industri pertanian dalam meningkatkan produktivitas ketahanan pangan yakni dengan memperkuat ketahanan pangan masyarakat dalam kondisi pandemi Covid-19," ujar Ikhsan Abdullah dalam keterangannya, Senin (18/5/2020).

 

Ikhsan pun menegaskan, ke depan selaku stafsus Wapres RI untuk terus memperluas penanaman padi dan menghasilkan panen yang memadai. Oleh karena itu pihaknya akan menggandeng perbankan nasional, Kementerian Pertanian, Badan Usaha Logistik (Bulog) serta pemilik sawah dengan konsep maro, mertelu, merampat dengan menerapkan sistem syariah.

 

Ikhsan menuturkan, saat ini banyak masyarakat yang mulai beralih dan bermain di industri online (e-commerce). Namun dengan keberhasilan penanaman benih padi ini maka akan menyadarkan generasi petani bahwa industri pertanian juga mampu memberikan pekerjaan dan peningkatan produktivitas serta membantu masyarakat pencari kerja.

 

Oleh karena itu, sambung Ikhsan, untuk mewujudkan industri pertanian dan memberikan pekerjaan serta meningkatkan produktivitas masyarakat pencari kerja maka kerjasama akan ditingkatkan dengan konsep syariah yaitu program bagi hasil maro (paro-paro), mertelu, merampat, nyatu. Kerjasama juga akan sesuai dengan nilai-nilai kearifanan lokal yang mulai terkikis sehingga wajib untuk ditumbuhkan kembali.

 

"Kami sangat optimis dapat memberikan kontribusi, memberikan lahan pekerjaan bagi angkatan kerja di desa dan perkampungan" tegasnya.

 

Mengingat Jawa Barat masih dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maka pelaksanaan panen raya perdana ini tetap melakukan protokol Covid -19 yakni physical distancing (jaga jarak), menggunakan masker dan selalu mencuci tangan atau hand sanitizer.

 

Panen raya ini juga turut dihadiri oleh perwakilan dari FKDB yang diwakili oleh H. Ayep Zaki, S.E, Korbinmas Baharkam Polri Brigjen. Pol. Drs. Tajuddin, M.H.

 

Selain itu para pihak yang turut hadir dalam acara ini diantaranya adalah Kapolres Kota Cirebon dan Kapolsek Gegesik serta Kuwu Desa Jaga Pura Kidul, Wetan Kulon, dan Kaler. Pada acara penanaman padi juga dihadiri oleh tokoh masyarakat yaitu Drs. Sadili yang juga merupakan ulama setempat.

 

Seperti diketahui project penanaman benih padi yang dilakukan bersama antara asisten staf Wapres RI, FKDB dan Bhabinkamtibmas Pioner tidak menggunakan anggaran negara melainkan murni dukungan dari masing-masing personal.