Pertamina Tetap Berkomitmen Jaga Kinerja Operasional

Safari
Pertamina Tetap Berkomitmen Jaga Kinerja Operasional

Jakarta, HanTer - Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman mengatakan, demi menjaga ketersediaan energi nasional,  Pertamina tetap berkomitmen menjaga operasional, baik hulu, kilang maupun hilir.

 

Di sisi lain, lanjut Fajriyah, dampak dari aktifitas operasional tersebut juga terkait dengan penyerapan produk dalam negeri, tenaga kerja sehingga terdapat multiplier effect untuk industri dan masyarakat.

 

“Tidak hanya itu, komitmen menjaga operasional termasuk menurunkan risiko pemutusan kerja, menjaga penghasilan masyarakat, peningkatan daya beli masyarakat dan pada akhirnya roda perekonomian nasional terus berjalan,” kata Fajriyah di Jakarta, Kamis (07/4).

 

Dia mengemukakan, meski berat untuk terus beroperasi terutama di sektor hulu, namun Pertamina tetap berkomitmen terus bergerak, menjalankan operasional dan sebagainya, sehingga ratusan ribu tenaga kerja yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan aktifitas Pertamina tetap bisa bekerja dan mengurangi risiko PHK yang saat ini marak terjadi di industri lain.

 

“Selain storage terbatas, Pertamima tidak mungkin mengimpor semua minyak dari luar. Kita tetap prioritaskan penyerapan crude dari KKKS dalam negeri agar semua multiplier effect ini terus berjalan, baik di hulu, kilang maupun hilir,” ucapnya.

 

Saat ini pihaknya meninjau kembali seluruh rencana kerja hulu, di mana aktivitas dan biaya diturunkan, terutama pada kegiatan eksplorasi. “Kita akan tetap fokus pada kegiatan produksi. “Namun secara keseluruhan biaya operasional dan investasi kita efisiensikan dan optimalkan. Ini seperti yang sudah beberapa kali disampaikan ibu Dirut di sejumlah forum,” paparnya.

 

Terkait pricing di bisnis hilir, Fajriyah mengungkapkan bahwa hal itu hanya sebagian kecil yang dipikirkan saat ini. Karena masih banyak hal-hal besar lain yang harus terus Pertamina jalankan agar tenaga kerja tetap terus dapat menghidupi keluarganya, menjaga daya beli masyarakat, memastikan roda perekonomian nasional terus berjalan.

 

“Itu sebabnya meskipun SPBU sepi, penjualan menurun tajam, tetapi SPBU kita minta terus beroperasi walaupun dengan beberapa efisiensi. Ini semua agar risiko-risiko mengenai tenaga kerja bisa kita minimalisasi,” tambah Fajriyah.

 

Untuk proyek-proyek strategis nasional seperti pembangunan kilang, maintenance kilang dan sebagainya masih ada beberapa ribu orang tenaga kerja yang diatur sesuai protokol Covid-19 untuk tetap menjalankan operasional. “Intinya Pertamina harus selalu tetap jalan bagaimanapun situasinya, walau dengan banyak penyesuaian-penyesuaian tapi kita semua masih bisa jalan,” katanya.