Kemenhub Kaji Permintaan Pemda Tutup Sementara Bandara

Arbi
Kemenhub Kaji Permintaan Pemda Tutup Sementara Bandara
ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berjanji akan mengevaluasi usulan dan keinginan pemerintah daerah (pemda) untuk menutup sementara pelayanan penerbangan ke wilayahnya sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona baru atau COVID-19.

Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto mengatakan bahwa Kemenhub memahami keinginan pemda, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu penutupan bandara merupakan kewenangan Kemenhub.

“Oleh karenanya penutupan bandara harus terlebih dahulu disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk dilakukan evaluasi,” kata Novie dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Ia menjelaskan bandara merupakan obyek vital yang tidak hanya melayani penerbangan untuk penumpang, tetapi juga melayani angkutan kargo, logistik, dan pos, yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Bandara, kata dia, juga mempunyai fungsi sebagai bandara alternatif (alternate aerodrome) bagi penerbangan yang mengalami kendala teknis maupun operasional, melayani penerbangan untuk penanganan kesehatan/medis (medivac evacuation) serta untuk penerbangan yang mengangkut sampel infection substance COVID-19

Selain itu, pelayanan navigasi penerbangan (Airnav Indonesia) juga tidak dapat ditutup, mengingat layanan navigasi penerbangan ini tidak hanya diperuntukkan bagi penerbangan dari dan ke bandara setempat, tetapi juga melayani penerbangan yang melalui bandara tersebut atau yang ada pada ruang udara yang menjadi wilayah kerja pelayanannya.

“Apabila akan dilakukan penutupan ataupun larangan bagi penerbangan angkutan udara niaga maupun angkutan udara bukan niaga yang mengangkut penumpang untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, hal itu pada prinsipnya dapat dilakukan. Namun demikian perlu dilakukan sosialisasi lebih dulu kepada Badan Usaha Angkutan Udara maupun kepada pengguna jasa penerbangan sebelum diberlakukan,” katanya, dilansir Antara.

Sebagai informasi, kasus positif terinfeksi virus corona hingga Kamis (26/3) sudah menyebar di 27 provinsi di Tanah Air, dengan total 893 kasus atau bertambah 103 kasus, sementara 35 orang sembuh dan 78 meninggal dunia.

Sebaran kasus positif COVID-19 secara rinci, yakni di Provinsi Aceh (satu kasus), Bali (sembilan kasus), Banten 67 kasus, DI Yogyakarta 16 kasus, DKI Jakarta (515 kasus). Selanjutnya di Jambi (satu kasus), Jawa Barat (78 kasus), Jawa Tengah (40 kasus), Jawa Timur (59 kasus), Kalimantan Barat (tiga kasus), Kalimantan Timur (11 kasus), Kalimantan Tengah (enam kasus) dan Kalimantan Selatan (satu kasus).

Kemudian di Kepulauan Riau (lima kasus), Nusa Tenggara Barat (dua kasus), Sumatera Selatan (satu kasus), Sumatera Barat (tiga kasus), Sulawesi Utara (dua kasus), Sumatera Utara (delapan kasus), Sulawesi Tenggara (tiga kasus). Selain itu tercatat (27 kasus) di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah (satu kasus), Lampung (tiga kasus), Riau (dua kasus), Maluku Utara (satu kasus), Maluku (satu kasus), dan Papua (tujuh kasus).