Libur Corona, Guru TK Islam Al-Azhar 5 Kemandoran Terus Kawal Anak Murid Belajar Metode Home Learning

Hermansyah
Libur Corona, Guru TK Islam Al-Azhar 5 Kemandoran Terus Kawal Anak Murid Belajar Metode Home Learning
Kegiatan home learning anak didik TK Islam Al-Azhar 5 Kemandoran

Jakarta, HanTer - Sekolah yang diliburkan selama dua pekan gara-gara mewabahnya virus Corona di Indonesia bahkan di dunia, bukan digunakan untuk plesiran. TK-Islam Al Azhar 5 Kemandoran mengisi waktu dua pekan kedepan dengan menerapkan metode home learning.

Orang tua yang selama ini mempercayakan tugas mengajar kepada para guru, selama dua pekan kedepan harus mengambil peran tersebut, lantaran kondisi saat ini yang tidak memungkinkan karena COVID-19, terlebih dengan terbitnya arahan dari pemerintah untuk tidak mendatangkan murid ke sekolah, namun proses belajar tetap berlangsung di rumah dengan berbagai metode.

Terkait itu, para pendidik TK Islam Al-Azhar 5 Kemandoran terus mengawal anak didiknya untuk tetap belajar, meski sekolah itu menerapkan arahan pemerintah untuk tidak mendatangkan para murid ke sekolah selama dua pekan terhitung mulai Senin (16/3/2020) ini.

Aplikasi WhatsApp (WA) pun menjadi andalan untuk pendistribusian segenap materi pembelajaran di rumah, maupun pemantauan hasil dari belajar itu.

Setidaknya, terdapat lima item yang harus dikerjakan oleh para anak didik d irumah setiap harinya, yang dimulai dari berdoa, membacakan surat Al Fatihah yang dilanjutkan dengan surat An-Naba, serta doa bangun tidur.

Kemudian masuk ke pembahasan, salahsatunya mengenai tema Covid-19. Orang tua diminta untuk menerangkan kepada anaknya akan bahaya virus tersebut serta bagaimana penanggulangannya, seperti contohnya cara mencuci tangan dengan benar dan menghindari interaksi dengan kumpulan orang yang banyak setidaknya untuk dua pekan kedepan.

Disektor seni, anak diminta untuk mewarnai makanan dan minuman sehat, sesuai modul yang diberikan via aplikasi WhatsApp tersebut, Kemudian disambung dengan doa penutup.

Hj. Musani selaku kepala sekolah TK Islam Al-Azhar 5 Kemandoran meminta, setelah anak didik melaksanakan rangkaian kegiatannya, diminta untuk mengirimkan dokumentasi berupa foto minimal satu kegiatan.

"Pembelajaran kita berikan home learning, seperti penugasan, project, pembiasaaan akhlaqul karimah, sains, doa muroja'ah, surat pendek, bercerita melalui buku gambar, flashcard, video dan lainnya. Meminta dokumentasi ke orang tua apakah sudah dilakuakan atau belum, baik berupa video, lembar kerja atau foto dan kegiatan tersebut orang tua wajib mengisi lembar evaluasi sesuai dengan yang kita buat," ucap Hj. Musani.

"Kita berikan dengan berbagai macam metode dengan materi yang berbeda setiap harinya, seperti bercerita, unjuk kerja, tanya jawab, penugasan dan lainnya, namun kegiatan yang berupa video ada contoh dari ibu guru seperti praktek wudhu dan cuci tangan," tambahnya.

Mengingat kondisi orang tua murid yang bekerja, maka pihak sekolah memperbolehkan kegiatan belajar anak dilakukan sore atau malam harinya dan evaluasi dari segenap kegiatan ditiap harinya dikumpulkan saat masuk sekolah.

"Materi sama yg diberikan pembelajaran setiap hari sesuai program yg sudah disusun. Kami sangat setuju dengan program yang dibuat pemerintah, karena semua demi keselamatan dan kesehatan anak-anak. Harapan kami, semoga covid-19 segera berlalu, keadaan kembali normal dan kondusif, agar anak bisa beraktifitas seperti biasa dan orang tua kembali nyaman dalam melaksanakan aktifitasnya sepert sedia kala," ujar Hj. Musani.

Disisi lain, Hj. Musani juga menegaskan jika pihaknya berusaha untuk tetap menjaga kebersihan sekolah secara berkesinambungan tidak hanya dengan adanya kejadian luar biasa seperti saat ini.

Terlebih, dengan adanya wabah virus corona, ketika belum ada instruksi pemerintah untuk meliburkan anak-anak, pihak sekolah telah melakukan langkah mengantisipasi demi kesehatan anak seperti menyiapkan handsanitizer di depan kantor dan kelas, putra-putri memakai sapu tangan kecil di semat peniti di bajunya, semua ruangan disemprot anti virus setiap hari.

"Antisipasi yang dilakukan untuk guru dan karyawan agar tetap sehat antara lain dibuatkan wastafel di dekat kedatangan murid, agar cuci tangan sebelum dan sesudah mengisi daftar hadir. Pemeriksaan suhu oleh satpam untuk semua orang yang akan masuk le lingkungan sekolah. AC semua kelas di matikan, pintu jendela dibuka agar sirkulasi udara baik.

"Selain preventif covid-19, kita juga preventif DBD, kebersihan samping sekolah di bersihkan dengan cara memfogging. Setelah fogging DBD, kami pun melakukan penyemprotan dengan diinsfectan covid-19," akunya.

"Bagi guru, karyawan dan anak murid yang sedang batuk pilek diharuskan memakai masker. Sekolah menyiapkan termometer digital, untuk memeriksa suhu tubuh anak sebelum belajar dan bermain, serta lebih giat lagi mengingatkan anak-anak untuk cuci tangan setelah melakukan kegiatan," pungkas Hj. Musani.

Sementara itu, Dewi Puspitasari, salahsatu orang tua murid TK Islam Al-Azhar 5 Kemandoran sangat mengapresiasi langkah-langkah yang diterapkan oleh pihak sekolah, terlebih dengan diberlakukannya home learning ini.

"Saya sebagai orang tua murid, sangat mendukung adanya home learning ini. Dengan panduan dari sekolah (wali kelas-Red) semakin memudahkan home learning anak, selain itu komunikasi diantara orang tua murid semakin baik dengan adanya grup WA kelas. Diharapkan dengan home learning, anak-anak terhindar dari virus Covid-19. Semoga kita semua pun terbebas dari virus Covid-19. Aamiin," ucap Dewi Puspitasari, yang setiap hari beraktifitas di DPD RI itu.