Memahami Laporan Keuangan Neraca & Cara Membacanya

Safari
Memahami Laporan Keuangan Neraca & Cara Membacanya
Jurnal

Jakarta, HanTer - Dalam setiap perusahaan, laporan keuangan neraca merupakan bagian dari dokumen penting perusahaan yang tidak bisa dilewatkan. Laporan keuangan neraca merupakan salah satu dari beberapa laporan keuangan yang terdapat di perusahaan. Dalam setiap akhir siklus akuntansi, pembuatan laporan neraca keuangan merupakan bagian dari pelaporan keuangan perusahaan. Transaksi yang tercatat di dalamnya harus dicatat dengan detail dan jelas agar tidak terjadi kesalahan perhitungan laporan neraca.

Laporan keuangan neraca atau balance sheet adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, utang serta modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Di dalam neraca terdapat sumber daya perusahaan atau aset perusahaan, kewajiban ekonomis atau utang, modal saham, dan hubungan antar item tersebut. Tujuan dari laporan neraca adalah menunjukan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode tertentu, biasanya pada waktu di mana buku-buku ditutup dan di tentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender.

Memahami Laporan Keuangan Neraca

Neraca adalah gambaran dari kondisi keuangan perusahaan. Membaca neraca harus dibandingkan dengan neraca di periode sebelumnya agar terdapat pertimbangan. Bisa juga dibandingkan dengan perusahaan lain di industri yang sama agar bisa terdapat pertimbangan satu sama lain.  Hal-hal yang terdapat di dalam Neraca adalah:

1. Aset

Pada bagian aset, akun-akun perusahaan terdaftar berdasarkan urutan likuiditasnya. Aset yang mudah dikonversi menjadi uang tunai berada di urutan paling atas. Aset dibagi menjadi dua. Yaitu aset lancar, yang dapat dikonversi menjadi uang tunai dalam satu tahun atau kurang; dan aset tidak lancar atau jangka panjang, yang tidak bisa. Berikut adalah contoh urutan umum untuk aset lancar:

a. Uang tunai atau uang kas perusahaan. Merupakan aset yang paling mudah likuiditasnya dan di dalamnya dapat mencakup tagihan piutang dan sertifikat deposito jangka pendek, serta mata uang kertas yang dimiliki perusahaan.

b. Surat-surat berharga. Merupakan surat-surat berharga perusahaan dan surat utang yang mudah likuiditasnya.

c. Piutang Usaha. Bagian ini mengacu pada uang yang diutang pelanggan kepada perusahaan atau tagihan yang belum dibayar oleh pelanggan.

d. Bahan persediaan. Bahan Persediaan adalah barang yang tersedia untuk dijual, dinilai dengan biaya atau harga pasar yang lebih rendah.

e. Biaya yang dibayar di muka. Biaya ini merupakan nilai yang telah dibayarkan kepada perusahaan, seperti asuransi, kontrak iklan, atau sewa.

Ada juga contoh aset jangka panjang seperti:

a. Investasi jangka panjang. Investasi yang berjenis jangka panjang merupakan sekuritas yang tidak akan atau tidak dapat dilikuidasi pada tahun berikutnya.

b. Aset tetap. Di antara dari aset tetap adalah tanah, mesin, peralatan, bangunan, dan aset tahan lama lainnya, umumnya padat modal.

c. Aset tidak berwujud. Yang termasuk dalam kategori aset ini adalah aset non-fisik (tetapi masih bernilai) seperti kekayaan intelektual. Secara umum, aset tidak berwujud hanya terdaftar di neraca jika perusahaan memiliki aset tersebut.

2. Liabilitas

Liabilitas adalah uang yang harus dibayar perusahaan kepada pihak luar, mulai dari tagihan yang harus dibayarkan kepada pemasok hingga bunga obligasi yang telah dikeluarkan kepada kreditor untuk disewakan, utilitas, dan gaji. Liabilitas terbagi menjadi dua. Yaitu liabilitas jangka panjang dan liabilitas jangka pendek.  Liabilitas jangka panjang adalah liabilitas yang jatuh tempo pada satu titik setelah satu tahun. Sedangkan Liabilitas jangka pendek adalah liabilitas yang jatuh tempo dalam satu tahun dan terdaftar dalam urutan tanggal jatuh tempo.

Liabilitas jangka pendek meliputi porsi utang jangka panjang perusahaan saat ini, utang bank, utang bunga, sewa, pajak, upah dibayar, pembayaran di muka oleh pelanggan, utang dividen dan lainnya. Sedangkan liabilitas jangka panjang meliputi utang jangka panjang beserta bunga yang diberikan, kewajiban dana pensiun pada karyawan, serta pajak yang dibayarkan tahun berikutnya. Namun beberapa liabilitas memang tidak dimunculkan di laporan neraca keuangan.

3. Ekuitas pemegang saham

Ekuitas pemegang saham adalah uang yang dapat diatribusikan kepada pemilik bisnis, yang dimaksud pemilik bisnis adalah pemegang saham. Ekuitas pemegang saham juga dikenal sebagai "aset bersih," karena jumlahnya setara dengan total aset perusahaan dikurangi kewajibannya, yaitu, utang perusahaan kepada non-pemegang saham.

4. Saldo laba

Saldo laba adalah laba bersih yang diinvestasikan kembali oleh suatu perusahaan dalam bisnis atau digunakan untuk melunasi utang; sisanya dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

5. Treasury Stock

Treasury stock adalah saham yang dibeli kembali oleh perusahaan atau tidak pernah diterbitkan. Saham ini dapat dijual di kemudian hari untuk mengumpulkan uang tunai atau dicadangkan untuk mengusir pengambilalihan dari perusahaan tersebut.

Cara Membaca Neraca dengan Benar

Cara membaca sebuah laporan keuangan neraca cukup mudah. Dengan memahami apa saja bagian dari laporan neraca keuangan yang telah dijelaskan di atas, Anda bisa memulai dari yang paling mudah. Laporan neraca keuangan memiliki beberapa bentuk. Bentuk dari laporan neraca keuangan adalah:

a. Neraca skontro. Neraca bentuk skontro adalah bentuk laporan keuangan neraca yang memisahkan antara aktiva di posisi kanan dengan pasiva di posisi kiri.

b. Neraca Staffel. Neraca bentuk staffel adalah bentuk neraca yang disusun memanjang kebawah dan saldo diletakkan pada bagian samping di kolom debet dan kredit.

Anda bisa mengetahui bentuk suatu laporan neraca dari posisi aktiva dan pasiva ataupun posisi saldo. Selanjutnya Anda tinggal mengikuti apa saja data yang disajikan di dalam laporan neraca keuangan. Hasil laporan neraca harus seimbang antara aktiva dan pasiva. Jika aktiva dan pasiva tidak seimbang, maka terjadi kesalahan dalam pencatatan data transaksi. Bisa jadi kesalahan terjadi ketika memasukkan akun ke dalam buku besar atau bisa jadi karena ada transaksi yang belum tercatat. Maka proses harus diulang hingga neraca seimbang. Laporan neraca keuangan mengikuti persamaan akuntansi berikut ini:

Aset = Liabilitas + Ekuitas pemegang saham

Liabilitas ditambahkan dengan ekuitas pemegang saham hasilnya harus seimbang dengan jumlah aset yang dimiliki perusahaan. Jika tidak maka terjadi kesalahan di dalam proses pelaporan keuangan. Oleh sebab itu, sebagai pemilik usaha, Anda harus teliti dalam hal pelaporan keuangan. Mempelajari sedikit demi sedikit tentang laporan neraca keuangan akan sangat bermanfaat karena laporan neraca adalah bagian dari laporan keuangan perusahaan yang menyatakan kondisi keuangan perusahaan.

Laporan keuangan memberikan gambaran tentang kondisi perusahaan selama satu periode. Bagaimana performa perusahaan dapat dilihat secara langsung dari laporan keuangan tersebut. Begitu juga jika Anda ingin mengambil langkah lebih lanjut untuk perusahaan. Anda bisa memprediksi langkah perusahaan selanjutnya berdasarkan kondisi keuangan yang tertulis di dalam laporan keuangan perusahaan. Sehingga Anda bisa meningkatkan kinerja perusahaan Anda dengan baik. Misalnya dengan mengetahui mana produk yang kurang disukai pasar dan melakukan evaluasi terhadap produk tersebut untuk meningkatkan kualitas dan dapat diterima oleh pasar.

Jurnal merupakan salah satu software akuntansi online yang dapat membantu Anda membuat segala jenis laporan keuangan kapan dan di mana secara realtime. Dengan Jurnal, Anda hanya perlu memasukkan seluruh transaksi bisnis, dan sistemlah yang akan membantu Anda menyusun laporan keuangan secara detail dengan data akurat.