Menkop Targetkan 48 Ribu Usaha Kecil Naik Kelas

Arbi
Menkop Targetkan 48 Ribu Usaha Kecil Naik Kelas

Jakarta, HanTer - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menargetkan sebesar 6% dari usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia naik kelas dalam lima tahun.

Teten mengatakan, saat ini jumlah usaha kecil sebesar 700.000. Berarti 6% dari jumlah itu sebanyak 42.000 harus naik kelas. Sedangkan usaha menengah sampai saat ini sebanyak 60.000. Berarti 6% dari jumlah ini sebesar 6.000 harus naik kelas. “Jadi target naik kelas lima tahun ke depan sebanyak 48.000 usaha kecil dan menengah,” kata dia, dikutip dalam keterangannya, Kamis (16/1/2020).

Teten menambahkan, mengapa target 6%, karena mengikuti target pertumbuhan ekonomi. “Pertumbuhan ekonomi tahun 2020 kan targetnya 6%, makanya kita juga target 6%,” kata dia.

Teten mengatakan, pihaknya juga bekerja keras agar beberapa tahun ke depan jumlah wirausaha di Indonesia di atas 2%. Saat ini jumlah wirausaha Indonesia di bawah 2%. “Kita kalah dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand yang sudah jauh di atas 20%,” kata dia.

Terkait usaha mikro, Teten meyakini sektor ini mampu berkembang karena usaha mikro merupakan fondasi ekonomi nasional. “Usaha mikro tak terlalu bermasalah,” kata Teten.

Sebagaimana diketahui, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Setidaknya, ada tiga peran UMKM yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat kecil. Pertama, sebagai sarana mengentaskan masyarakat dari jurang kemiskinan. Alasan utamanya adalah tingginya angka penyerapan tenaga kerja oleh UMKM.

Hal ini terbukti dalam data milik Kementerian Koperasi dan UMKM. Disebutkan, lebih dari 55,2 juta unit UMKM mampu menyerap sekitar 101,7 juta orang.

Kedua, sebagai sarana untuk meratakan tingkat perekonomian rakyat kecil. UMKM juga memiliki peran yang sangat penting dalam pemerataan ekonomi masyarakat. Berbeda dengan perusahaan besar, UMKM memiliki lokasi di berbagai tempat. Termasuk di daerah yang jauh dari jangkauan perkembangan zaman sekalipun.

Keberadaan UMKM di 34 provinsi yang ada di Indonesia tersebut memperkecil jurang ekonomi antara yang miskin dengan kaya. Selain itu, masyarakat kecil tak perlu berbondong-bondong pergi ke kota untuk memperoleh penghidupan yang layak. Ketiga, memberikan pemasukan devisa bagi negara. Saat ini, UMKM Indonesia memang sudah lumayan maju. Pangsa pasarnya tidak hanya skala nasional, tetapi internasional. (Arbi)

 

#teten   #kemenkop   #ukm