Target Optimis Jamsyar Raih Volume Penjaminan Rp35 Triliun pada 2020

Arbi
Target Optimis Jamsyar Raih Volume Penjaminan Rp35 Triliun pada 2020
Kiri-Kanan: Direktur Keuangan Jamsyar, Direktur Keuangan, SDM & Umum, Endang Sri Winarni, Dirut Jamsyar Gatot Suprabowo, dan Direktur Operasional Jamsyar Achmad Sonhadji.

Jakarta, HanTer – PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar) menargetkan dapat membukukan volume penjaminan hingga akhir 2020 sebesar Rp35 triliun atau naik sebesar 25 persen dari capaian pada 2019 sebesar Rp28,7 triliun.

Direktur Utama Jamsyar, Gatot Suprabowo mengatakan, untuk perolehan laba pada 2020 ditargetkan bisa mencapai Rp53 miliar, naik signifikan dari raihan laba pada 2019 sebesar Rp36,7 miliar.

"Ini angka optimis, sudah kita rencanakan dengan baik, dengan analisis yang matang,” kata Gatot dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Untuk mencapai target tersebut, kata Gatot, pihaknya telah menetapkan sejumlah strategi terkait dengan peningkatan profitabilitas melalui penguatan sistem teknologi informasi dan sumber daya manusia (SDM) unggul.

“Jamsyar akan melakukan pengembangan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas layanan penjaminan dan meningkatkan peran IT untuk mendukung kegiatan lain di perusahaan guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses di perusahaan,” katanya.

Untuk mendukung ekspansi usaha di tahun 2020, Jamsyar juga akan melakukan penambahan jaringan layanan dengan melakukan peningkatan status kantor unit pelayanan (KUP) menjadi kantor cabang, pembukaan kantor cabang baru, dan pembukaan KUP Baru serta  10 Kantor Pemasaran di wilayah-wilayah potensial.

Pada 2019, Jamsyat telah mendirikan tiga kantor cabang dan satu kantor unit pelayanan baru. Dengan pendirian kantor tersebut, secara total jamsyat telah mempunyai jaringan layanan sebanyak 14 kantor yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Gatot mengatakan, kinerja positif pada 2019 lalu tidak terlepas dari dukungan pemegang saham. Salah satu bentuk dukungan dari pemegang saham adalah adanya penambahan modal oleh pemegang saham mayoritas, yaitu Perum Jamkrindo senilai Rp100 miliar di awal tahun 2019 dan Rp75 miliar pada akhir tahun 2019 lalu.

“Rencananya awal 2020 ini akan ada suntikan modal lagi senilai Rp75 miliar," kata Gatot.