LPDB-KUMKM Gulirkan Dana untuk KUD Pakis

Safari
LPDB-KUMKM Gulirkan Dana untuk KUD Pakis

Malang, HanTer  - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyalurkan pinjaman modal ke Koperasi Unit Desa (KUD) Pakis yang berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pinjaman dari LPDB ini sudah 3 kali yang diterima KUD Pakis.

 

Pinjaman dengan bunga rendsh ini tentu membawa angin segar sekaligus inovasi yang menguntungkan bagi masyarakat Indonesia, khususnya pelaku Koperasi dan UMKM.

Pinjaman yang diberikan LPDB juga dengan mudah mulai dari syarat pengajuan, kecepatan proses pencairan, sampai pengembalian.

 

Pembiayaan berupa pinjaman dengan suku bunga yang sangat rendah dinilai memberikan banyak manfaat bagi masyarakat untuk mengembangkan bisnisnya agar mampu memberikan kontribusi bagi kesejahteraan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional.

li.

 

"Kami telah bermitra sejak tahun 2010, sampai saat ini masih menjadi mitra LPDB-KUMKM" ungkap ketua KUD Pakis, Subianto didampingi oleh jajaran pengurus dalam keterangannya, Selasa (3/12/2019)

 

Subianto menjelaskan, pertama kali mengakses pembiayaan dana bergulir pada tahun 2010 dengan plafon pinjaman Rp1,5 milyar. Pinjaman kedua dengan plafon Rp2,5 milyar pada tahun 2013 dan sukses dikembalikan tepat waktu. “Tahun 2016 kami mendapatkan pinjaman ketiga dengan plafon  sebesar Rp5 milyar. Sekarang sudah sekitar 60% kami kembalikan,” kata Subianto.

 

Terkait dengan syarat pengajuan, Subianto mengatakan tidak ada kendala. Kami menyiapkan pengajuan berupa surat permohonan, proposal, akta pendirian dan pengesahan, laporan keuangan yang jelas, laporan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2 tahun terakhir, serta legalitas koperasi, pengurus, pengawas, dan pengelola. Tidak lama berselang, tim LPDB datang untuk melakukan survey.

 

Sebelum mengakses pembiayaan dari LPDB, Subianto mengatakan KUD Pakis mengajukan pinjaman dari bank dengan bunga yang relatif tinggi yakni 12-13%. Setelah mendapat pinjaman dari LPDB dengan bunga yang rendah, koperasi dapat menghemat pengeluran dan anggota dapat merasakan manfaat dari pinjaman tersebut.

 

Subianto juga mengatakan, salah satu manfaat yang dirasakan okeh KUD Pakis dari pembiayaan yang diberikan LPDB-KUMKM dapat dilihat dari nilai aset yang saat ini berada pada angka Rp27 milyar dan omzet antara Rp6-7 milyar/bulan. KUD Pakis memiliki anggota 1.213 orang dan karyawan 43 orang. Selain itu, unit usaha yang lain seperti unit simpan pinjam, perdagangan umum, swalayan, serta penyaluran pupuk bersubsidi semakin berjalan baik, jelasnya.

 

"KUD Pakis merasakan dampak positif mulai dari nilai aset, omzet perbulan, jumlah anggota maupun jumlah karyawan yang menunjukkan peningkatan" paparnya.

 

Mengenai strategi pengembalian dana bergulir yang diterapkan KUD Pakis yakni dengan menggunakan perhitungan yang matang sedari awal. Modal pinjaman yang di dapat dari LPDB dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga Koperasi mengalami peningkatan dan memperoleh keuntungan, ungkap Subianto.

 

Sementara itu, manager KUD Pakis, Nanik Muryati mengatakan, sebagian dana pinjaman dari LPDB digunakan untuk pengembangan pertanian tebu yang disalurkan melalui kelompok tani. Mereka nantinya akan melakukan pengembalian setelah panen, dan ketika melakukan penjualan harus lewat KUD Pakis, tandas Nanik.