Sinar Mas Land Gelar Ngobrol@Tempo: Tren Cashless Society Merambah Pasar Tradisional

Anugrah
Sinar Mas Land Gelar Ngobrol@Tempo: Tren Cashless Society Merambah Pasar Tradisional
Panji Himawan (Corporate Communication & Public Affair Division Head Sinar Mas Land) memberikan sambutan pada acara Ngobrol@Tempo: Cashless, Less Worry, Rabu, 27/11/2019. Saat ini pasar modern di BSD sudah menerapkan cashless society, sehingga transaksi dapat dilakukan dengan menggunakan uang digital.

BSD City, HanTer – Sinar Mas Land melalui proyek prestisiusnya BSD City sedang bertransformasi sebagai the first integrated smart digital city. Hal ini bisa dirasakan secara nyata melalui beragam infrastruktur dan fasilitas, seperti traffic command centre, high-speed internet fiber optic dan beberapa fasilitas lainnya yang menambah kenyamanan kota ini, khususnya di era digital sekarang ini. 

Dalam upaya mendukung kota pintar yang mandiri di BSD City, Sinar Mas Land bersama dengan Tempo Media Group kembali menyelenggarakan diskusi interaktif yang bertajuk Ngobrol@Tempo. Di tahun ini Ngobrol@Tempo membahas tentang cashless payment getaway sehingga transformasi ini bisa kita terapkan di skala kota untuk menjadi sebuah ekosistem digital yang baik.

Untuk mensupport gerakan digital di berbagai lapisan masyarakat dalam penggunaan e-wallet untuk bertransaksi di pusat perbelanjaan, tempat hiburan dan rekreasi, dan masih banyak lagi. Metode transaksi cashless kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, sehingga seringkali orang tidak lagi memegang dan menggunakan uang tunai. Di BSD City sendiri, penggunaan cashless bahkan sudah dikenal baik sampai ke Pasar Modern dan Pasar Modern Intermoda. 

Di sana para pengunjung dapat berbelanja dan bertansaksi dengan Go-Pay, Ovo, Dana dan berbagai fintech app lainnya. Tidak hanya mudah, aplikasi-aplikasi ini juga menawarkan beragam promo seperti diskon dan cashback. Hal ini menarik bukan hanya untuk pembeli, tapi juga menguntungkan untuk para penjual.

Burhan Sholihin (Direktur Eksekutif Tempo.co), Tini Wartini (Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang), Tita Ayuditya Surya (Kasi Fasilitasi Platform Ekosistem Ekonomi Digital Kemenkominfo) bersama Suhendro (Direktur Eksekutif Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia) dan Ramadhany Herlambang (Head of Product Development Sinar Mas Land) saat acara Ngobrol@Tempo: Cashless, Less Worry, Rabu, (27/11/2019).
 

Panji Himawan selaku Corporate Communication & Public Affairs Division Head Sinar Mas Land menjelaskan, seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diramalkan akan mencapai 5 persen pada akhir tahun 2019. Perkembangan ekonomi yang diprediksi semakin kuat ini sudah mulai didukung dengan cara transaksi masyarakat Indonesia yang mulai berubah. 

''Ya, trend cashless. Cashless merupakan padanan yang digunakan untuk menerangkan transaksi tanpa menggunakan uang fisik baik berupa koin maupun kertas. Hanya dengan membuka smartphone, scan, dan beres. Tren ini juga kami terapkan disejumlah proyek mulai dari mal hingga pasar tradisional yang kami kembangkan, dalam upaya mendukung transformasi BSD City menjadi the first integrated smart digital city di Indonesia,” ujar Panji dalam keterangan tertulisnya.

Acara Ngobrol@Tempo dihadiri oleh beberapa berbagai pembicara seperti Burhan Solihin (Direktur Eksekutif Tempo.co), Tini Wartini (Kepala Dinas Kementerian Komunikasi dan Informatika RI – Kabupaten Tangerang), Tita Ayuditya Surya (Kasi Fasilitasi Platform Ekosistem Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika RI), Suhendro (Direktur Eksekutif Asosiasi Pengola Pasar Indonesia), Ramadhany Herlambang (Head of Product Dvelopment Sinar Mas Land). 

Isu yang dibahas dalam forum diskusi ini meliputi kriteria pelaku cashless di pasar tradisional, keuntungan dan kekurangan metode cashless, alur transaksi perputaran uang di pasar tradisional setelah metode transaksi cashless berlaku, kerja sama dengan vendor dan bank di Indonesia, serta alat yang dibutuhkan dalam penerapan metode cashless. Penggunaan metode cashless di pasar tradisional diyakini dapat memberikan kemudahan, kenyamanan, keamanan, kecepatan dalam bertransaksi, baik bagi pihak pembeli maupun penjual.

“Tidak hanya kemudahan bertansaksi di mal atau pasar tradisional, Sinar Mas Land juga telah menerapkan metode pembayaran cashless untuk setiap penghuni/ warga yang hendak melalukan pembayaran IPL,” tambah Panji.

Saat ini, Sinar Mas Land juga sedang membangun sebuah kawasan ekosistem digital di BSD City yang diberi nama Digital Hub. Kedepannya, kawasan ini didedikasikan sebagai pusat teknologi digital seperti Silicon Valley di Amerika Serikat. Digital Hub didesain sebagai pusat tech commerce yang ekspansif dan berkelanjutan dengan tujuan menyediakan wadah bagi kreator dan inovator digital Indonesia serta terintegrasi dengan teknologi. Sebagai bagian dari perkembangan era industry 4.0, Digital Hub juga dipersiapkan untuk menjadi hub ekonomi digital terdepan di Indonesia.

Digital Hub yang dibangun pada area seluas 26 hektar terletak di bagian selatan Green Office Park BSD City. Sejumlah institusi pendidikan di bidang coding juga telah hadir di BSD City seperti Apple Developer Academy, Binar Academy, Techpolitan, Purwadhika, Grab Innovation Lab, Creativenest. Keberadaan institusi tersebut berguna untuk menyediakan tenaga kerja di bidang digital seperti IT developers kesejumlah perusahaan multinasional, startup serta tech companies yang sudah ada di BSD City.