BPJAMSOSTEK Edukasi Bank SPO Terkait Proses Klaim JHT

Arbi
BPJAMSOSTEK Edukasi Bank SPO Terkait Proses Klaim JHT
BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek melakukan sosialisasi kepada SPO (Service Point Office) bank. Sosialisasi ini bertema “Peningkatan Kualitas Pelayanan dan Perluasan Kepesertaan Melalui Kanal SPO”. Foto: Dok BPJSTK

Jakarta, HanTer – Pengajuan klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) bagi Peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) selain bisa dilakukan melalui kantor-kantor cabang BPJAMSOSTEK, ternyata juga bisa dilakukan di sejumlah bank yang telah bekerja sama, yaitu BNI,BTN dan BJB.  

Berkaitan dengan hal ini, BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek melakukan sosialisasi kepada SPO (Service Point Office) bank. Sosialisasi ini bertema “Peningkatan Kualitas Pelayanan dan Perluasan Kepesertaan Melalui Kanal SPO”

“BPJAMSOSTEK terus berupaya mengoptimalkan layanan Bank SPO kepada peserta dan calon peserta, berupa penerimaan klaim dan akuisisi peserta,” kata Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Menara Jamsostek, di Jakarta, kemarin.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Agoes berharap dapat memberikan solusi terhadap masalah dan kendala SPO Bank dalam melayani peserta BPJAMSOSTEK. Selain Itu, juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan penerimaan berkas klaim JHT.

“Juga memproyeksikan akuisisi peserta BPJAMSOSTEK pada Bank SPO, serta proses akuisisi peserta tidak hanya terkait dengan pekerja BPU (bukan penerima upah) pada winbanck, tetapi juga akuisisi BPU umum dan pekerja penerima upah (PU),” terang Agoes.

Dalam kesempatan itu, peserta Bank SPO yang merupakan mitra dari BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Menara Jamsostek juga mendapatkan pelatihan terkait proses verifikasi pengajuan klaim JHT termasuk syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh peserta.

Dari sosialisasi ini, Agoes memaparkan sejumlah kendala dalam pelayanan klaim SPO. Diantaranya, petugas Bank yang sering berganti-ganti lantaran dirotasi sehingga menyulitkan proses koordinasi, masih terdapat kepesertaan aktif yang diloloskan untuk mengambil klaim JHT tanpa melalui interview.

Selain itu, formulir pengajuan yang tidak ditandatangani peserta ataupun petugas bank serta nama petugas yang melayani, dan untuk berkas fotokopi sering tidak di stempel sesuai asli serta tidak melampirkan foto tenaga kerja yang mengajukan klaim, referensi kerja atau surat keterangan yang dilampirkan tidak sesuai, bukan referensi kerja umum.

“Pengetahuan petugas SPO terhadap cek kelengkapan dan kesesuaian berkas klaim JHT masih kurang, serta data peserta yang memerlukan koreksi seperti beda nama atau tanggal lahir di KTP dan database masih diterima tanpa melampirkan form koreksi. Seharusnya untuk hal yang seperti ini peserta langsung diarahkan ke perusahaan untukmelakukan konfirmasi ke kantor cabang BPJAMSOSTEK,” pungkas Agoes.