Minimalisir Kecelakaan Truk, Jasa Marga Sosialisasikan Tertib Lalu Lintas

An
Minimalisir Kecelakaan Truk, Jasa Marga Sosialisasikan Tertib Lalu Lintas
Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga, Fitri Wiyanti saat sosialisasi tertib lalu lintas di KM 39 ruas Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (20/11). Foto: Antara

Jakarta, HanTer -- PT Jasa Marga (Persero) melakukan sosialisasi tertib lalu lintas kepada puluhan pengemudi truk untuk meminimalisir angka kecelakaan di ruas Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Cipularang yang disebut relatif tinggi.

Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga, Fitri Wiyanti mengatakan kegiatan sosialisasi diadakan di KM 39 ruas Tol Jakarta-Cikampek dan KM 81 Tol Cipularang.

"Kenapa kita pilih di situ karena lokasi tempat terjadinya kecelakaan itu memang frekuensinya paling banyak di Jakarta-Cikampek dan Cipularang," kata dia dalam kegiatan sosialisasi di Rest Area Km 39 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (20/11).

Sosialisasi kali ini diberikan ke pengemudi truk setelah sebelumnya telah diberikan sosialisasi serupa ke pengemudi kendaraan pribadi dan bus.

Dalam kesempatan itu pihaknya juga memberikan pelatihan singkat (short course) ke pengemudi truk agar dapat berkendara dengan aman dan tertib.

"Termasuk untuk memastikan bawaan yang dibawa, barang logistik yang dibawa itu tidak melebihi muatan yang diperbolehkan untuk berjalan di jalan tol," ucapnya.

Tingginya angka kecelakaan di jalan tol menimbulkan banyak kerugian. Selain kerugian jiwa juga kerugian materi yang jumlahnya sangat besar. Kerugian itu dialami pengguna jalan, pelaku usaha transportasi, pemilik barang, dan masyarakat luas.

"Tentu cukup memprihatinkan apalagi kebanyakan kecelakaan menimpa mereka yang punya beban tanggung jawab dalam keluarga. Wajar jika banyak pihak sangat peduli terhadap keselamatan berlalu lintas atau keselamatan di jalan raya untuk mereduksi tingginya angka kecelakaan ini," kata dia.

Fitri menyebut 50 persen lebih kecelakaan dalam tol dialami kendaraan yang mengalami over dimensi dan over load, 86 persen di antaranya akibat kelalaian pengemudi, 14 persen karena faktor kendaraan, dan satu persen akibat faktor lingkungan atau infrastruktur jalan.