RUGIKAN MASYARAKAT

FSPKPI Ungkap GCG Asia Indonesia Tipu Belasan Korban

Sammy
 FSPKPI Ungkap GCG Asia Indonesia Tipu Belasan Korban
FSPKPI gelar jumpa pers bersama korban penipuan GCG Asia Indonesia (ist)

Jakarta, HanTer - Kejahatan penipuan terkait investasi bodong masih kerap terjadi. Sejumlah orang mengaku tertipu sebuah perusahaan yang bergerak di bidang investasi bernama Guardian Capital Grup (GCG) Asia Indonesia.

Adapun GCG merupakan perusahaan asal Malaysia yang bergerak di bidang investasi. GCG menawarkan investasi bidang keuangan hingga properti. GCG juga memiliki sejumlah member di Indonesia.

Salah satu korban GCG yang merupakan seorang wanita berinisial TA, mengaku telah tertipu program investasi tersebut sebesar USD31,5 ribu di bulan Mei 2019. 

"Saya awalnya diajak tetangga saya berkali-kali, namun sempat menolak. Hingga pada akhirnya saya ikut berinvestasi. Kemudian saya setor langsung USD31,5 ribu atau sekitar Rp440 juta," ujar TA yang merupakan warga Jakarta, saat ditemui di salah satu Cafe di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (3/11/2019).

Ia mengungkapkan, awalnya pasca ia turut berinvestasi, dirinya sempat ditransfer Rp40 juta. Transfer tersebut, lanjut dia, sebagai bagian dari keuntungan. "Awalnya sempat ditransfer, tapi bulan berikutnya sampai sekarang enggak ada," sambungnya. 

TA mengungkapkan, telah melaporkan kepada pihak kepolisian atas kejanggalan tersebut. Sayangnya, hingga kini belum ada titik terang dari terduga pelaku maupun uang investasi tersebut.

"Saya sudah laporkan kejadian yang menimpa saya ini. Saya minta agar diproses pelaku itu dan uang saya kembali," terangnya.

Ditempat yang sama, hal senada juga diungkapkan korban lainnya yaitu Bambang Djaya. Bambang mengaku tertipu dengan melakukan investasi di perusahaan tersebut pada pertengahan bulan ini sebesar USD24 ribu.

Namun, agen yang menipunya telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Bahkan, kata Bambang, pelakunya telah ditahan. "Saya sudah melaporkan ke polisi. Sekarang leadernya sudah ditahan. Tapi, uang saya baru kembali setengahnya," ucapnya. 

Salah satu warga Jagakarsa, Jakarta Selatan ini mengungkapkan, sejumlah leader investasi itu telah dilaporkan. Sayangnya, lanjut Bambang, tidak semua proses hukumnya berlanjut. 

"Setelah hasil pemeriksaan polisi, uang itu tidak lari ke Malaysia. Itu uang kami di kantongin oleh leader semua," kata dia.

Rugikan Masyarakat
Koordinator Forum Solidaritas Peduli Korban Penipuan Investasi (FSPKPI), Dedy Arianto, mengatakan, pihaknya telah menampung sebanyak 15 korban investasi bodong. Para korban tersebut, berasal dari berbagai wilayah, seperti Jakarta, Bogor, Surabaya, dan Medan.

"Sejauh ini udah ada 15 orang yang diketahui punya bawahan. Sistem investasi ini kayak Multi Level Marketing (MLM)," ujarnya.

Dedy menyebut penipuan investasi bodong ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar. Melainkan, merambah hingga ke desa-desa, sehingga merugikan masyarakat.

Ia mengatakan, para korban itu tertipu oleh leader yang berada di Indonesia. Para korban yang melapor memiliki leader yang berbeda-beda. "Sebagian telah melapor ke ke polisi dan beberapa laporan telah ditindaklanjuti," kata Dedy.

Ia juga memastikan, akan mendampingi para korban untuk beraudiensi dengan pihak DPR dan Kepolisian.

"Kita bersuara agar tidak ada lagi kejadian serupa, artinya harus ada hukum yang jelas dari negara. Kita audiensi dengan DPR. Sebagian telah melapor ke polisi, kalau perlu temui Pak Kapolri, Pak Idham Aziz, itu tahapan-tahapan yang coba kami terobos," kata Dedy.

Rencananya audensi dengan DPR akan dilakukan setelah konsolidasi dengan korban selesai. "Ditargetkan, pertemuan bulan November ini," tutupnya.

#investasi   #bodong   #GCG   #fspkpi