Jokowi Perintahkan Jajarannya Usut Swasta Kuasai Tol Laut

Arbi
Jokowi Perintahkan Jajarannya Usut Swasta Kuasai Tol Laut
Tol laut. (Ist)

Jakarta, HanTer - Presiden Joko Widodo minta agar para menteri terkait investasi dan ekonomi untuk memperbaiki program Tol Laut. Hal ini menyusul ditemukan adanya pihak swasta yang menguasai harga barang-barang kebutuhan yang diangkut melalui rute tersebut.

"Akhir-akhir ini rute-rute yang ada itu, barang-barangnya dikuasai oleh swasta tertentu," kata Jokowi dalam rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/10/2019), dengan topik "Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Kemaritiman dan Investasi".

Presiden masih meninjau identitas perusahaan yang menguasai harga barang-barang yang diangkut melalui Tol Laut itu. Ia meminta para menterinya untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Dengan penguasaan barang kebutuhan pokok tersebut, kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini, maka perusahaan swasta bebas menentukan harga barang ke daerah-daerah yang dilalui Tol Laut. "Sehingga tol lautnya nanti ada, tapi harganya juga tetap (mahal), ya untuk apa ada Tol Laut itu," kata Jokowi geram.

Dia mengatakan tujuan program Tol Laut untuk menurunkan biaya pengiriman atau logistik sejumlah barang kebutuhan ke daerah-daerah terpencil menggunakan kapal laut sehingga harga barang turun. "Tapi kalau dikuasai oleh satu perusahaan ya munculnya beda lagi. Kita beri fasilitas kepada dia, ini yang tidak kita kehendaki," kata Jokowi, dilansir Antara.

Mengutip data Bank Dunia tahun 2018, posisi Indonesia pada Logistik Performance Index (LPI) di urutan ke 54. Sementara peringkat Malaysia urutan ke 40, Thailand 41, Vietnam 47 dan Filipina 67. Sedangkan, biaya logistik masih tinggi (presentase terhadap PDB). Untuk Indonesia masih 24 persen.

Sementara Singapura delapan persen, Malaysia 13 persen, China 15 pesen, Jepang sembilan persen, Korea Selatan sembilan persen, India 13 persen, Eropa sembilan persen dan Amerika Serikat delapan persen.

Angkutan barang masih mendominasi menggunakan prasarana jalan, yakni sebesar 75,3 persen. Sementara barang yang diangkut melalui jalan rel 0,25 persen, laut 24,2 persen dan udara 1,1 persen.