Gappmi: Larangan Minyak Goreng Curah Bikin Sulit Pedagang

Arbi

Jakarta, HanTer - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mengaku khawatir pelarangan penggunaan minyak goreng curah akan menyulitkan pedagang.

"Bisa saja diterapkan, tapi diusahakan para pedagang dapat membeli minyak seharga dengan dia beli sebelumnya agar tidak menyulitkan," ujar Ketua Komite Kebijakan Publik dan Hubungan Antar Lembaga Gapmmi Doni Wibisono di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis (10/10/2019).

Kebijakan terkait dengan minyak goreng curah itu, lanjut dia, juga akan membuat pedagang kelas menengah ke bawah bertambah bingung, mengingat pada 17 Oktober nanti pemerintah mulai menerapkan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH).

"Saat ini kita juga sedang berusaha menjelaskan tentang sertifikasi halal kepada pedagang-pedagang, tiba-tiba datang kebijakan minyak curah," katanya.

Terkait dengan alasan minyak curah tidak sehat, ia mengusulkan agar pengawasan produksi dan distribusi minyak curah dapat lebih diperketat. "BPOM (Badan Pengawas Makanan dan Obat) pasti punya datanya. Yang menjadi minyak curah di pasar juga tentu ada kemasan tertentu, periksa 'brand'-nya, sudah ilegal atau belum. Pemerintah harus data, gak bisa dibilang semua minyak goreng curah tidak bagus," katanya.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya juga sudah meminta agar larangan peredaran minyak goreng curah dibatalkan. "Pokoknya pelarangannya itu batal dulu," katanya.

Dia mengaku sudah bertemu dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan menanyakan terkait dengan larangan tersebut. "Saya tanya Pak Enggar, akan dibatalkan apa sudah (dibatalkan, red). Pokoknya sedang dalam proses dibatalkan," kata dia. 

 

#Gapmmi   #minyak   #curah