Tunggu Restu Presiden, Santunan Kematian Bakal Naik jadi Rp42 Juta

Arbi
Tunggu Restu Presiden, Santunan Kematian Bakal Naik jadi Rp42 Juta

Jakarta, HanTer – Peningkatan manfaat bagi peserta Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan diharapkan dapat terealisasi pada 2020. Saat ini, usulan tersebut sudah berada di meja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan tinggal menunggu tandatangan Kepala Negara.

Usulan peningkatan manfaat itu tertuang dalam draf revisi Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2013 tentang Jaminan Kematian (JKm). Di mana, santunan kematian setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan diusulkan naik dari Rp24 juta menjadi Rp42 juta.

Begitupun dengan manfaat beasiswa kepada ahli waris yang ditinggalkan, naik dari satu anak menjadi dua anak. Jenjang pendidikan penuh mulai dari tingkat SD hingga sarjana atau perguruan tinggi.

“Usulan peningkatan manfaat sudah berada di meja presiden, tinggal tunggu tandatangan. Semua menteri sudah setuju (revisi PP Nomor 44/2013),” kata Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E. Ilyas Lubis usai meresmikan Desa Pulutan sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Selasa (8/10/2019).

Ilyas menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan sebagai lembaga nirlaba sebelumnya telah melakukan evaluasi terhadap dana kelolaan peserta yang kini mengalami surplus. Hasil evaluasi itu, memungkinkan dilakukannya peningkatan manfaat program kepada peserta.

“Kita ingin menambah manfaat kepada peserta tanpa menaikkan iuran,” ujarnya.

Ilyas berharap, peningkatan manfaat kepada peserta ini dapat terealisasi pada 2020 mendatang. “Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa kita realisasikan,” tandas Ilyas.

Pekerja Rentan

Lebih jauh, Ilyas mengungkapkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan juga telah mengusulkan agar pekerja rentan di Indonesia dapat ditanggung oleh negara, sebagaimana bantuan iuran yang diberikan kepada masyarakat tidak mampu di BPJS Kesehatan.

“Ini sudah kita bahas dengan Bappenas dan akan masuk dalam roadmap (peta jalan) 2020-2024. Mudah-mudahan alokasi anggarannya ada meskipun tidak terlalu besar, misalnya untuk 5 juta pekerja rentan dulu pada 2020 dan naik bertahap di tahun berikutnya,” kata dia.

Saat ini BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki program untuk membantu pekerja rentan di tanah air melalui program crowdfunding yang diberi nama Gerakan Nasional Peduli Pekerja Rentan. Program ini adalah bantuan bagi pekerja rentan yang tidak mampu membayar iuran melalui donasi CSR perusahaan ataupun individual.