Soal Investasi Bodong, QNET Bantah Pemberitaan Keliru 

Romi
Soal Investasi Bodong, QNET Bantah Pemberitaan Keliru 
Ilustrasi/ ist

Jakarta, HanTer - Sejauh ini PT. QN International Indonesia (PT. QNII) membantah dan menyampaikan klarifikasi terkait  pemberitaan keliru di sejumlah media cetak dan online, terkait kasus penipuan yang terjadi di beberapa kota di Jawa Timur.

Perusahaan penjualan langsung terkemuka di Asia (QNET) yang berkantor pusat di Hongkong ini, merasa dicemarkan nama baiknya dengan praktik-praktik bisnis yang tidak sejalan dengan kebijakan perusahaannya.  

“Intinya QNET wajib menerapkan praktik-praktik pemasaran dan pengembangan jaringan sesuai dengan ketentuan Kode Etik dan Marketing Plan PT. QNII yang berlaku,” kata Komisaris & Operational Manager PT. QNII, Ganang Rino, Jumat (27/09/2019).

Ganang menjelaskan, PT. QNII melarang support system untuk memasarkan produk dengan cara iklan lowongan kerja atau perekrutan pegawai. Apalagi menipu, memaksa bergabung untuk menjadi member PT. QNII, antara lain harus berhutang, menjual barang, ataupun menggadaikan barang. 

“Cara-cara demikian adalah perbuatan melanggar hukum, dan sangat bertentangan dengan asas perusahaan kami yang lebih mengedepankan etika,” ungkapnya.

QNET menjadi sorotan setelah pengungkapan kasus penipuan oleh Tim Cobra Polres Lumajang beberapa waktu lalu. Polisi membongkar bisnis investasi bodong berupa money games yang dilakukan oleh oknum dengan dalih sistem multilevel marketing (MLM).

Dikutip dari Antara, Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra, menyebut dalam bisnis yang dijalankan para calon member (anggota) diiming-imingi bisa cepat kaya seperti leader-leader di atasnya secara instan. Mereka hanya diminta untuk mencari anggota antara dua sampai empat kaki untuk memperkuat posisinya. Begitu seterusnya yang dilakukan anggota baru.

“PT. QNII sangat mengapresiasi dan mendukung penuh terhadap upaya-upaya para penegak hukum di Indonesia dalam memberantas perbuatan oknum-oknum tertentu yang telah melanggar hukum dan merugikan masyarakat,” ujar Ganang.

Terkait keberadaan PT. Amoeba International yang juga dikaitkan dalam bisnis investasi bodong tersebut, dijelaskan bahwa perusahaan tersebut hanya salah satu dari support system  QNET, bukan merupakan bagian dari PT. QNII.

“Kedudukan PT. Amoeba International dalam hal ini hanya pihak yang membantu pengembangan jaringan dan distribusi produk QNET, sebagaimana dilakukan oleh beberapa support system QNET lainnya. Jadi bukan bagian dari PT. QNII,” kata Direktur PT. QNII, Hendra Nilam.

Selain Ganang Rindarko, hadir kesempatan tersebut, Direktur PT. QNII, Hendra Nilam, perwakilan dari Management QNET Pusat, Mr. Zaheer K. Merchant, serta Tim Kuasa Hukum, PT. QN International Indonesia. 

#QNET   #Bantah   #Investasi   #Bodong