OJK Larang Pinjol Tawarkan Produk Lewat SMS

Arbi
OJK Larang Pinjol Tawarkan Produk Lewat SMS
ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melarang financial technology lending atau pinjaman online (pinjol) menawarkan produknya melalui layanan pesan singkat (SMS) kepada masyarakat.

"Fintech lending tak boleh tawarkan lewat SMS. Kalau ada penawaran lewat SMS, itu bisa dipastikan bukan fintech," kata Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian dan Pengembangan Fintech OJK, Munawar dilansir dari Antara, Jumat (13/9/2019).

Larangan itu, kata Munawar, sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Ia mengakui saat ini banyak penawaran pinjolr melalui SMS, sehingga masyarakat diminta berhati-hati. Apalagi, banyak nama usaha yang ditawarkan melalui SMS menyerupai dengan pinnjol yang sudah terdaftar di OJK.

Lebih lanjut, Munawar mengibaratkan fintech ilegal yang bergerak di bidang pinjaman daring seperti monster yang sulit diberantas. Kondisi itu tak lepas dari kebutuhan uang masyarakat yang tidak diimbangi dengan pemahaman teknologi informasi yang memadai.

"Karena cara meminjamnya gampang, saat butuh uang pinjam ke saudara sulit, tiba-tiba ada SMS masuk menawarkan pinjaman, dalam 1 jam masuk ke rekening. Padahal, lupa bunganya sangat tinggi," tuturnya.

Hingga saat ini, sambungnya, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi OJK telah menutup 1.350 fintech ilegal berdasarkan penyelidikan server yang mayoritas berada di luar negeri. Upaya pemberantasan itu dilakukan karena kegiatan usahanya berpotensi merugikan masyarakat.

Sebagai gambaran, selain menawarkan tawaran kredit melalui pesan seluler, ciri lain fintech ilegal adalah cara penagihan yang kasar dan cenderung mempermalukan peminjam. Bahkan, fintech ilegal tak segan melakukan perundungan saat menagih.

Pada saat pinjaman jatuh tempo, seorang peminjam biasanya akan dihubungi untuk penagihan. Jika tidak dibayar, peminjam akan menerima pesan penagihan mulai dari kata-kata halus hingga kasar. Bahkan, lanjutnya, ada yang diteror setiap satu jam.

Apabila tidak digubris, pengelola fintech ilegal mulai mengirim pesan ke seluruh nomor kontrak yang ada di daftar kontak telepon genggam peminjam mulai dari teman, tetangga, hingga keluarga. "Bahkan, ada yang sempat foto bugil disebar ke seluruh nomor kontak," paparnya.

 

#OJK   #pinjol   #fintech