Kemendes Targetkan 10 Ribu Desa Wisata pada 2020

Arbi
Kemendes Targetkan 10 Ribu Desa Wisata pada 2020
Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah, menjadi salah satu desa wisata percontohan yang berhasil memanfaatkan Dana Desa untuk kemandirian dan kemajuan desa. (Ist)

Jakarta, HanTer - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menargetkan terbentuknya 10 ribu desa wisata pada 2020 mendatang. Saat ini, jumlah desa wisata baru 7.275 atau 9,71 persen dari seluruh desa di Indonesia.

"Kami menargetkan 10 ribu desa wisata, karena dari pengalaman selama empat tahun adanya dana desa, ternyata desa wisata mampu memberikan pendapatan yang besar. Bahkan, ada desa yang membayar pajaknya lebih besar dari dana desa yang diterimanya, " kata Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo (Mendes PDTT) saat Launching Festival Desa Wisata di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Dia mengatakan desa-desa wisata bisa mandiri secara finansial dengan dengan mengelola dana desa. Bahkan banyak desa wisata yang pendapatan pajaknya lebih besar ketimbang dana desa yang mereka terima.

Guna mendorong desa-desa lain menjadi desa wisata, pemerintah mempertemukan para pemangku kepentingan terkait pengembangan desa wisata, mulai dari kepala daerah, perwakilan perusahaan swasta dan badan usaha milik negara, sampai kepala desa.

"Ini dimaksudkan agar para kepala desa bisa menggunakan dana desa sebagai stimulus dalam pembangunan desa, sehingga desa bisa mandiri secara finansial," kata dia.

Kementeriannya, sambung Eko, juga memberikan pendampingan kepada desa-desa yang belum memiliki visi membangun desa wisata. Ia juga memastikan bahwa cara membangun desa wisata sebenarnya sederhana, desa hanya perlu menggali potensi wilayahnya untuk menghadirkan daya tarik bagi wisatawan.

"Misalnya salah satu desa di Gorontalo, padahal kalau dilihat di sana tidak ada akses, tapi mereka menjadikan itu daya tarik. Sehingga para wisatawan yang ingin datang ke desa tersebut harus melakukan petualangan dengan naik mobil off-road," kata dia.

Lebih lanjut, Eko juga mengimbau kepala desa agar tidak takut gunakan dana desa untuk mewujudkan ide-ide kreatif. Selama ini, menurut Eko banyak kepala desa yang takut menggunakan dana desa untuk hal-hal di luar pembangunan infrastruktur, padahal pemerintah saat ini tengah mendorong desa agar mandiri secara finansial.

"Jika hanya dana desa digunakan untuk pembangunan infrastruktur saja itu tidak akan habisnya, oleh sebab itu pemerintah ke depan mendorong desa untuk menggunakan dana desa sebagai stimulus agar mandiri secara finansial," kata Eko. 

#Kemendes   #Eko   #Putro   #wisata