Menteri Muda Rawan dan Rapuh, Jokowi Diminta Ikuti Saran Mega

Safari
Menteri Muda Rawan dan Rapuh, Jokowi Diminta Ikuti Saran Mega

Jakarta, Hanter - Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya usai dikukuhkan sebagai ketua umum DPP PDI Perjuangan periode 2019-2024 pada Kongres V di Bali mengatakan, soal wacana menteri muda pada kabinet mendatang akan bersifat rawan dan rapuh.

Presiden RI kelima ini menjelaskan, berdasarkan pengalamannya, seorang pemuda yang dikenal pintar belum tentu bisa berhasil di pemerintahan negara. Faktor penting yang bisa menjembatani, kata dia, adalah pengalaman di bidang politik.

Menanggapi hal ini, pengamat politik Andrianto menyatakan setuju dengan pernyataan Mega tersebut. “Saya setuju dengan ibu Mega karena anak-anak muda yang pintar dan sukses belum tentu berhasil di pemerintahan. Selain itu, pernyataan Mega itu selaras dengan efisiensi, kabinet ramping dan professional.

Menurutnya, Presiden Jokowi untuk kali ini harus menuruti saran Mega tersebut. “Masukan Mega ada benarnya, jadi Jokwi mestu nurut,” ujar Andrianto.

3 Menteri

Direktur Eksekutif Political and Publik Policy Studies, Jerry Massie mengatakan, sebetulnya tidak masalah kaum milenial masuk kabinet Jokowi-Maruf. Apalagi jika kuotanya sedikit paling 2-3 menteri muda untuk bisa membantu di pemerintahan. Karena Puan Maharani, anak Megawati juga masih termasuk anak muda yang masuk kebinet Jokowi. Oleh karena itu Jerry mengaku tidak setuju dengan pernyataan Megawati yang terkesan meragukan anak muda karena dinilai rawan dan rapuh.

"Bagaimana kalau Prananda Prabowo maju. Barangkali maksud Ibu Mega dari sisi usia. Kalau di bawah 30 tahun masih rapuh memang belum maksimal. Barangkali di atas 35 atau 40 tahun," ujar Jerry Massie kepada Harian Terbit, Minggu (11/8/2019).

Jerry, mengakui, anak muda yang bisa masuk kabinet Jokowi-Maruf memang harus berpengalaman dan berprestasi. "Menurut saya Ibu Mega fleksibel saja terkait menteri muda atau lebih dikenal dengan menteri mileneal," tandasnya.

Jerry menuturkan, anak muda yang masuk kabinet harus mampu menggerakkan dan punya pengalaman baik di DPR, organisasi besar, dan juga barangkali birokrat muda. Selain itu perlu juga ada political adjustment di dalamnya atau penyesuaian politik. Oleh karena itu tidak masalah anak muda masuk kabinet selama memang punya potensi.

Analis Politik dari Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengapresiasi pernyataan Megawati terkait wacana menteri muda pada pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua.

"Saya pikir pernyataan Ibu Megawati itu ada benarnya, bahwa kompetensi, pengalaman, dan jam terbang seseorang menjadi sebuah keniscayaan untuk menjadi menteri kabinet," kata Pangi Syarwi Chaniago melalui telepon selulernya, di Jakarta, Minggu.

Bukan Merendahkan

Lebih lanjut Megawati mengemukakan, dirinya bukan tidak mendukung wacana menteri muda yang dilontarkan Presiden Joko Widodo serta tidak bermaksud merendahkan kualitas pemuda Indonesia. "Hanya saja, mendikotomikan tua dan muda untuk menjadi syarat seseorang masuk kabinet, akan rawan dan rapuh," katanya.

Presiden RI kelima ini menjelaskan, berdasarkan pengalamannya, seorang pemuda yang dikenal pintar belum tentu bisa berhasil di pemerintahan negara. Faktor penting yang bisa menjembatani, kata dia, adalah pengalaman di bidang politik.

"Dari pengalaman saya, untuk memimpin lembaga di pemerintahan, minimal harus ada pengalaman menjadi anggota DPR RI dulu. Bukan saya mau men'judge' bahwa seseorang itu kualifaid atau tidak, bukan saya tidak pro-milenial, tapi ini masalah bangsa dan negara. Jadi, harus yang kompeten dan berpengalaman di bidang politik," ucap Megawati.