AirAsia Dulang Kesuksesan dengan Tingkatkan Pelayanan Secara Maksimal

Safari
AirAsia Dulang Kesuksesan dengan Tingkatkan Pelayanan Secara Maksimal

Kuala Lumpur, HanTer - AirAsia, perusahaaan maskapai berbiaya murah di dunia akan tetap komitmen untuk menerapkan bjaya murah. Ada banyak hal yang membuat AirAsia tetap eksis dengan tarif murah. Di antaranya menerapkan teknologi pada sejumlah aplikasi layanan guna menekan biaya tinggi operasi.  Selain itu ada juga dukungan bisnis lain yang diintegrasikan dengan layanan penerbangan AitAsia secara sistematis. 

Deputy Group CEO; Airlines Business AirAsia; Bo Lincam mengatakan, AirAsia Group menawarkan banyak pilihan kepada pelanggannya dalam satu sistem. Mulai dari pesanan tiket online, penginapan (hotel), kuliner, destinasi wisata dan asuransi. 

Menurutnya, dukungan bisnis lain yang terintegrasi dengan layanan penerbangan, membuat perseroan tetap konsisten dalam melayani pelanggan khususnya penjualan tiket pesawat dengan harga murah.

"Konsistensi harga tiket pesawat ini diterapkan perseroan bukan hanya di Indonesia. Tapi juga negara lain di antaranya Malaysia, Thailand dan Filipina," ujar Bo kepada wartawan Indonesia di kantor Pusat AirAsia Kualalumpur Malaysia. Jumat (12/7/2019).

Bo mengakui, ekosistem bisnis yang dibangun AirAsia selama ini menjadi kekuatan besar bagi manajemem dalam mendongkrak peningkatan kinerja perseroan. Empat bisnis penopang kinerja keuangan AirAsia saat ini telah mendunia yakni life style (restoran, e-commerce,) Logistik atau pangsa pasar kargo, financial technolog (Fintec) dan Finansial (asuansi).

Sektor bisnis asuransi yang digawanginya dijadikan rujukan terhadap seluruh core business, dimana satu sama lain salin terikat dalam satu jaringan pasar. Maskapai ini hanya satu bagian kecil di antara bisnis lainnya yang dikelola karena itu AirAsia konsisten melepas tiket dengan harga terjangkau oleh masyarakat. Hingga saat ini AirAsia telah menerbangkan sebanyak 500 juta orang untuk menuju berbagai daerah di Indonesia maupun negara lainnya.

Tiket Mahal

Terkait kegaduhan harga tiket mahal di Indonesia, Bo mengaku memaparkan, AirAsia akan tetap berjalan mengikuti kemauan pasar. Kompetisi, adalah cara paling tepat dalam menyuguhkan pelayanan terbaik untuk menarik pelanggan serta kosisten sejak awal sebagai maskapai berbiaya rendah. Oleh karena itu ketika pemerintah Indlnesia bersama stakeholder terkait sepakat menurunkan tarif maka tarif AirAsia sudah berada jauh di bawah batas atas, sesuai daya beli masyarakat.

Bo mengungkapkan, tarif terjangkau AirAsia di Indonesia tidak ada hubungannya dengan tekanan pemerintah Indonesia. Tarif murah yang dijual AirAsia selama ini, adalah standar LCC (Low Cost Cartier) AirAsia Group dan berlaku di seluruh negara yang diterbangi AirAsia.

Restu OJK

Head Communications AirAsia, Audrey Progastama menambahkan, pengembangan bisnis keuangan, seperti asuransi dan fintec yang terintegrasi dengan Indonesia AirAsia, tetap menunggu restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Kalau di Malaysia asuransi dan fintec ini sudah jalan, di Indonesia masih menunggu restu OJK," tuturnya.

Audrey memaparkan, terobosan lain yang dilakukan perseroan dalam mewujudkan efisiensi ialah memaksimalkan alat produksi dengan teknologi. 

Audrey mencontohkan seperti utilitas pesawat dimaksimalkan menjadi 12 jam operasi, lama waktu pesawat berada di bandara diperpendek, seluruh pelayanan pelanggan juga diprioritaskan via online.

"Walaulun jam operasi pesawat dimaksimalkan jadi 12 jam, keselamatan diutamakan dan waktu kerja kru tetap diperhatikan sesuai regulasi yang ada," paparnya.