Diduga Muncul Perpecahan; RUPS Garuda Agendakan Pergantian Dirut Utama

safari
 Diduga Muncul Perpecahan; RUPS Garuda  Agendakan Pergantian Dirut Utama

Jakarta, HanTer - Menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 24 Apri 2019 mendatang, sejumlah permasalahan di dalam tubuh PT Garuda Indonesia muncul kepermukaan.

Banyak suara-suara dari internal Garuda yang menginginkan pergantian Direktur Utama demi menyelamatkan maskapai _plat merah_ tersebut dari jerat hutang yang menumpuk.

Menurut informasi, yang menyulut rencana pergantian jabatan anggota Dewan Direksi serta Komisaris adalah protes dari dua Komisaris terkait laporan keuangan Garuda Tahun Buku 2018.

Chaerul Tanjung (CT) dan Dony Askaria, dua Komisaris dari PT. Trans Airways, selaku pemegang saham Garuda sebesar 24,06% menganggap laporan keuangan Garuda Tahun Buku 2018 yang lalu adalah salah dan keliru.

Sebelumnya pernah disebut, pada tahun 2016 dan 2017 Garuda memang mengalami kerugian yang cukup besar yakni sebesar 245 juta Dollar. Namun setelah dilakukan pergantian Direksi di tahun 2018 lalu, Garuda membukukan laba 5 juta Dollar. Akan tetapi, laporan keuntungan itu pula yang masih menimbulkan permasalahan sampai sekarang.

Salah seorang sumber dari pihak Garuda juga membenarkan jika Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda Indonesia pada 24 April mendatang akan ada agenda pergantian anggota Dewan Direksi maupun Komisaris.

”Tidak seluruhnya,"  ujar sumber di Garuda Indonesia, Minggu (14/4/2019) . Namun, ia menolak menjelaskan lebih jauh. Bahkan menolak namanya disebut karena informasi untuk pers, katanya menjadi hak direksi.

Bahkan salah satu anggota Direksi Garuda telah dihubungi untuk dimintai klarifikasinya, namun yang bersangkutan tidak bersedia mengangkat teleponnya. Demikian pula dengan salah seorang Komisarisnya. Berhasil dihubungi, namun menolak  memberi keterangan.

Banyak masyarakat Indonesia serta para pelaku usaha mikro maupun makro yang bertumpu pada transportasi udara berharap agar Dirut Garuda segera diganti dengan yang baru.

Mereka menuntut pergantian di dalam Dewan Direksi Garuda karena masyarakat Indonesia nenganggap permasalahan seperti harga tiket yang terlampu mahal adalah buah kinerja Direksi Garuda saat ini.

Hingga saat ini pihak Garuda belum memberikan klarifikasi.