Kunjungi RI, Socso Malaysia Pelajari Perlindungan Sosial bagi Ojek Daring

Arbi
Kunjungi RI, Socso Malaysia Pelajari Perlindungan Sosial bagi Ojek Daring

Jakarta, HanTer – Lembaga jaminan sosial pemerintah Malaysia atau Social Security Organization (Socso) menyatakan ketertarikannya terhadap program yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan, khususnya dalam perlindungan sosial kepada pengemudi ojek daring atau online di Indonesia.

Atas hal tersebut, sejumlah delegasi Socso yang dipimpin oleh Direktur Eksekutif Socso Malaysia, Datuk Sri Dr. Mohammed Azman Aziz Mohammed melakukan study visit ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Menara Jamsostek, Rabu (9/4/2019).

Dalam kegiatan itu, Kepala Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Menara Jamsostek Hazairin Hasan dan Kepala Bidang Pelayanan, Melati Ratimanjari memberikan pemaparan kepada para delegasi Socso terkait sistem dan bentuk perlindungan bagi pekerja ojek daring, termasuk dalam perekrutan kepesertaan ojek online.

Kepala Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Menara Jamsostek Hazairin Hasan menjelaskan, upaya pro aktif dalam menjaring kepesertaan ojek online terus dilakukan melalui berbagai kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran terkait pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Socso memahami mengenai implementasi jaminan sosial sektor informal terutama peserta ojek online yang telah dijalankan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Menara Jamsostek serta akan mengkaji lebih lanjut agar bisa diterapkan di Malaysia,” kata Kepala Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Menara Jamsostek Hazairin Hasan dalam keterangannya, Jumat (12/4/2019).

Dijelaskan, ada empat program perlindungan yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan termasuk manfaat yang diterima pekerja atau peserta yang telah mendaftarkan diri. Empat program itu, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Hingga kini, tercatat sebanyak 20 ribu driver Grab Bike telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Menara Jamsostek untuk dua program perlindungan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm).

Sebelumnya, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Menara Jamsostek, Agoes Masrawi menuturkan, ojek daring termasuk salah satu profesi pekerjaan dengan risiko pekerjaan yang tinggi. Apalagi, para driver ojek ini bertanggung jawab atas risiko pekerjaannya sendiri-sendiri.

Menurut dia, dengan berbagai keterbatasan dan risiko pekerjaan yang tinggi tersebut, pengemudi ojek online membutuhkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, baik dari risiko kecelakaan kerja hingga kematian.

“Setiap pekerja, apalagi dengan risiko pekerjaan yang tinggi seperti pengemudi ojek online ini membutuhkan perlindungan sosial ketenagakerjaan. Perlindungan tersebut telah diamanatkan negara dan undang-undang untuk dijalankan BPJS Ketenagakerjaan,” kata Agoes.